Duh Ngerinya, COVID-19 Indonesia Bertambah 16.021 Kasus Baru

Rekomendasi

JAKARTA, MEMOJATENG – Pertambahan kasus COVID-19 di Indonesia semakin menggila. Hingga Selasa (1/2) pukul 12.00, pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan adanya tambahan sebanyak 16.021 kasus baru.

Dengan demikian, maka total kasus terkonfirmasi positif sejak Maret 2020 hingga hari ini berjumlah 4.369.391 orang.

Provinsi DKI Jakarta menyumbah tambahan kasus harian terbanyak, yakni 6.391 pasien. Kemudian, Jawa Barat dengan 4.249 kasus, Banten 2.463 kasus, Jawa Timur 760 kasus dan Bali sebanyak 715 kasus baru.

Dari total 16.021 kasus harian COVID-19 di Indonesia, sebanyak 15.485 pasien merupakan kasus transmisi lokal dan 536 lainnya merupakan importasi kasus dari pelaku perjalanan luar negeri.

Sementara itu tercatat, pasien sembuh COVID-19 harian terbanyak dilaporkan di Provinsi DKI Jakarta 1.668 orang, Jawa Barat 869 orang, Jawa Timur 292 orang, Banten 253 orang serta Jawa Tengah 47 orang.

Dengan demikian, secara nasional angka kesembuhan harian bertambah 3.240 orang, sehingga total mencapai 4.143.694 orang terhitung sejak Maret 2020.

Untuk tambahan kasus meninggal terbanyak di Provinsi DKI Jakarta 12 jiwa, Jawa Barat empat jiwa, Jawa Tengah dan Bali, masing-masing tiga jiwa, serta Lampung dua jiwa.

Tercatat, total kasus meninggal harian secara nasional berjumlah 28 jiwa, sehingga total mencapai 144.348 jiwa.

Satgas COVID-19 juga mencatat, jumlah kasus aktif penderita COVID-19 yang masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri saat ini sebanyak 12.753 kasus aktif sehingga total 81.349 kasus.

Selain itu Satgas COVID-19 juga mencatat 12.121 orang yang masuk dalam kategori suspek dari 377.588 spesimen di sejumlah jaringan laboratorium di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi melaporkan hingga Senin (31/1), total kasus COVID-19 varian omicron mencapai 2.980 pasien yang dipicu transmisi lokal maupun importasi kasus.

“Total kasus omicron sejak Desember 2021 sampai hari ini berjumlah 2.980 kasus, terdiri atas pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) 1.601 kasus dan non-PPLN 1.039 kasus,” katanya.

Nadia mengatakan sebanyak 340 kasus di antaranya masih dalam penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui riwayat penularan kepada pasien.

Kementerian Kesehatan melaporkan jumlah kasus kematian akibat omicron hingga saat ini berjumlah lima jiwa.

Sebanyak 60 persen pasien meninggal belum memperoleh vaksin COVID-19 dosis lengkap, sebanyak 63 persen lainnya mengalami gejala sedang dan berat yang membutuhkan asupan oksigen. (sak)

 

 

BERITA TERKINI

BACA JUGA