Ancaman Omicron, Bupati Purbalingga Minta Warga Jangan Abai Prokes

Rekomendasi

PURWOKERTO, MEMOJATENG – Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengingatkan warga di wilayah setempat untuk tidak abai menerapkan protokol kesehatan (prokes) guna mengantisipasi COVID-19 varian Omicron.

“Kepada warga Purbalingga kami terus mengingatkan agar perkuat prokes, maskernya jangan sampai turun, harus tetap dipakai terlebih lagi jika ke luar rumah,” katanya melalui siaran pers yang diterima di Purwokerto, Jawa Tengah, Sabtu (29/1).

Dia menjelaskan, penguatan penerapan protokol kesehatan di tengah potensi penambahan kasus COVID-19 akibat Omicron merupakan langkah antisipasi yang efektif.

“Masyarakat dapat melakukan langkah proaktif guna mendukung pencegahan penyebaran COVID-19 dengan cara memperkuat lagi protokol kesehatan,” katanya.

Ia mengharapkan dengan tetap memperkuat protokol kesehatan warga dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

Pasalnya, kata dia, pandemi COVID-19 belum berakhir sehingga masyarakat masih perlu terus memperkuat protokol kesehatan.

“Selain tetap disiplin memakai masker, masyarakat juga perlu tetap menghindari kerumunan dan mencuci tangan serta segera mendapatkan vaksinasi bagi yang belum,” katanya.

Pihaknya masih akan terus menggencarkan kampanye dan edukasi mengenai pentingnya penerapan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19.

Ia mengingatkan warga yang belum mendapatkan vaksinasi COVID-19 untuk segera mendaftarkan diri ke kader kesehatan atau puskesmas terdekat.

Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga dr. Jusi Febrianto menginformasikan bahwa jumlah pasien terkonfirmasi COVID-19 di Purbalingga pada Jumat (28/1) bertambah dua orang sehingga totalnya saat ini lima kasus aktif.

Dia menambahkan total jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 di wilayah ini sejak awal penanganan hingga saat ini 18.455 orang.

Dari total jumlah tersebut, kata dia, 17.314 orang telah dinyatakan sembuh dan 1.136 meninggal dunia, tiga orang dirawat di fasilitas kesehatan, dan dua lainnya isolasi mandiri.

Kendati peningkatan jumlah kasus aktif belum signifikan, kata dia, masih adanya penambahan kasus baru menunjukkan bahwa ancaman COVID-19 di wilayah setempat belum berakhir.

Pihaknya mengingatkan bahwa peran aktif masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran virus masih diperlukan, yaitu dengan cara memperkuat protokol kesehatan. (sak)

BERITA TERKINI

BACA JUGA