Vaksinasi Dosis Pertama di Kulon Progo Capai 88,8 Persen

Rekomendasi

KULONPROGO, MEMOJATENG – Capaian vaksinasi COVID-19 dosis pertama di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Jogjakarta saat ini mencapai 88,8 persen atau 335.824 dari total 378.177 sasaran.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati di Kulon Progo, Minggu, mengatakan capaian vaksinasi dosis pertama ini cukup tinggi, karena sudah termasuk sasaran anak usia 6-11 tahun.

“Capaian vaksinasi COVID-19 dosis kedua sudah 74,5 persen atau 281.870 sasaran dan dosis ketiga sudah mencapai 2,34 persen atau 8.839 sasaran. Kami masih melakukan percepatan vaksinasi anak usia 6-11 tahun dan vaksin booster,” kata Baning.

Ia mengatakan sasaran vaksin booster ini untuk lansia sebanyak 406 jiwa dari target 63.049 sasaran, masyarakat umum dan rentan 4.286 dari target 202.749 sasaran.

“Capaian vaksinasi COVID-19 kedua sasaran ini sudah termasuk maksimal. Pada Januari ini, kami hanya mentargetkan 5.000 sasaran dan sudah hampir tercapai. Kami masif fokus pada vaksinasi anak usia 6-11 tahun untuk dosis kedua yang ditargetkan selesai pada akhir Januari ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Kulon Progo Rina Nuryati menyatakan ketersediaan stok vaksin jenis AstraZeneca yang tersimpan di gudang farmasi Dinkes sebanyak 850 dosis.

“Stok 850 dosis cukup untuk 1.700 sasaran. Karena per orang hanya setengah dosis,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami mengatakan pihaknya memastikan ketersediaan stok obat sebagai pereda dari kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) usai vaksin booster mencukupi di setiap fasilitas layanan kesehatan (fasyankes).

“Ketersediaan obat pereda dari kejadian KIPI cukup aman,” katanya.

Di Kulon Progo, vaksin yang tersedia untuk booster saat ini jenisnya AstraZeneca. Masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin dosis ketiga, mereka yang dosis pertama dan kedua atau dosis primer menggunakan vaksin jenis Sinovac.

Vaksinasi booster bisa dilayani di RSUD Wates, RSUD Nyi Ageng Serang, Klinik Kartika, Klinik Bhayangkara dan puskesmas.

Adapun efek samping usai divaksin AstraZeneca akan merasakan demam dan pusing. Sehingga, tenaga kesehatan (nakes) di setiap fasyankes tersebut akan memberikan obat pereda KIPI kepada setiap sasaran.

“Saat ini stok obat pereda demam dan pusing yang tersimpan di Dinkes Kulon Progo sekitar 400 ribu tablet,” katanya. (sak)

BERITA TERKINI

BACA JUGA