Lereng Gunung Sindoro Ditanami 1.000 Pohon

Rekomendasi
gunung sindoro
Kepala Dinas Perumahan Rakyat,Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Temanggung Entargo Yutri Wardono (kiri) secara simbolis menyerahkan bibit kepada relawan. Foto: Antara

 

TEMANGGUNG, MEMOJATENG – Puluhan komunitas pecinta alam menanam 1.000 pohon di lereng Gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Acara dikemas dalam kegiatan bertajuk “Maraton Konservasi Menyongsong Program Basarnas Emas”.

Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah 9 Provinsi Jateng Slamet Rohadi di Temanggung, Minggu, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan lingkungan hidup di Kabupaten Temanggung, terutama di Gunung Sindoro.

“Lingkungan harus dijaga, hutan juga dijaga, jangan sampai ada kebakaran hutan, jangan selalu ada banjir dan tanah longsor, oleh karena itu, kami berharap lingkungan di Kabupaten Temanggung harus dijaga bersama-sama agar tetap terjaga dan memberi manfaat bagi manusia,” katanya.

Ia menyampaikan tanaman banyak manfaatnya, antara lain untuk menjaga lingkungan, mencegah banjir maupun tanah longsor dan memberi manfaat ekonomi maupun sosial.

“Kami berharap setelah ditanam nanti tanaman harus dijaga sampai hidup dan besar. Kami berharap para relawan yang ada di Gunung Sindoro bisa memeliharanya,” katanya.

Kepala Kantor Pertolongan dan Pencarian orang Semarang Heru Suhartanto mengatakan kegiatan Maraton Konservasi sudah dilaksanakan sejak November 2021 dan akan ditutup di Ungaran pada 12-13 Februari 2022.

Ia menyampaikan Maraton Konservasi untuk menyambut ulang tahun emas Basarnas dengan penanaman pohon ini merupakan salah satu upaya untuk mitigasi bencana.

Bupati Temanggung M. Al Khadziq dalam sambutan tertulis yang disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Toifur Hadi mengatakan kegiatan menanam pohon ini sangat penting untuk menjaga mata air yang ada di Kabupaten Temanggung.

Ia menyampaikan Kabupaten Temanggung memiliki sekitar 700 mata air, 28 mata air diantaranya digunakan sebagai sumber air baku PDAM dan lainnya dimanfaatkan untuk keperluan pertanian dan kebutuhan lain bagi masyarakat.

Menurut dia, dari sejumlah mata air tersebut sudah ada yang berkurang debitnya, bahkan sudah kering. Oleh karena itu, menjadi tugas bersama untuk menjaga mata air, karena air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia.

Ia menuturkan kegiatan Maraton Konservasi ini selaras dengan kegiatan Pemkab Temanggung bersama seluruh relawan setempat juga melakukan penanaman melalui gerakan “Sabuk Gunung” untuk menangani lahan kritis di lereng Gunung Sumbing, Sindoro, dan Gunung Prau yang mulai dilaksanakan pada Desember 2021.

Ketua Panitia Maraton Konservasi Kabupaten Temanggung Arifin menyebutkan ada sekitar 30 komunitas pecinta alam ikut terlibat dalam penanaman pohon ini. Mereka bukan hanya dari Temanggung, tetapi juga dari Wonosobo, Semarang, Magelang, Bumiayu, dan lainnya.

Ia menuturkan sedikitnya 1.000 bibit ditanam di jalur pendakian Gunung Sindoro di Kledung ini. (ant/sak)

BERITA TERKINI

BACA JUGA