Kasihan, Santriwati Disekap dan Diperkosa Tiga Pemuda Berandalan di Magelang

Rekomendasi
pemerkosaan di magelang
Polres Magelang saat menggelar konferensi pers penangkapan pelaku pemerkosaan terhadap santriwati. Foto: Memo Jateng

 

MAGELANG, MEMOJATENG – Awal tahun 2022, Magelang digemparkan dengan peristiwa laporan penyekapan yang disertai perkosaan yang menimpa ADP. Gadis 19 tahun itu dilaporkan dipsekap dan diperkosa tiga pemuda berandalan di Desa Wonoroto, Kecamatan Windusari.

Perih yang menimpa ADP itu terjadi selama empat hari tiga malam, pada Minggu, (2/1) hingga Rabu (5/1) di rumah salah satu pelaku. Kejinya, modus pelaku dengan mencekoki korban dengan miras dan kemudian memperkosanya bergiliran. Korban diperkosa dalam keadaan terikat.

Kasus ini kemudian berhasil dibongkar polisi. Satu persatu pelaku berhasil ditangkap. Ketiganya berinisial PA, NI dan NR yang masih berusia 15 tahun.

Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod yang didampingi Kasatreskrim AKP M. Alfan Armin dan Kasi Humas AKP Abdul Muthohir mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, kasus pemerkosaan itu bermula pada Minggu, (2/1) sekira pukul 12.00 WIB, korban dan tersangka PA janjian bertemu di lampu merah Bandongan.

“Dari sini, mereka kemudian menuju ke rumah tersangka NI dan bermalam di sana,” katanya.

Setibanya di rumah tersangka NI, korban kemudian dicekoki miras oleh para para tersangka hingga mabuk. Korban  kemudian tidur di dalam salah satu kamar.

Esok harinya, pada Senin (3/1) sekira pukul 12.00 WIB, tersangka NI masuk ke dalam kamar yang ditempati korban, kemudian tersangka NI mensetubuhi korban sambil mengancam akan dibunuh jika menolak.

Masih pada hari yang sama, sekira pukul 15.00 Wib, giliran tersangka PA yang menyetubuhi korban sambil mengancam apabila tidak mau akan dipukul, masih di hari yang sama sekira Pukul 19.30 Wib, tersangka NR juga menyetubuhi korban sambil mengikat korban dengan tali rafia.

Perbuatan tersebut terus dilakukan oleh para tersangka sampai dengan Rabu tanggal 5 Januari 2022.

Kasus ini terungkap saat keluarga ADP mengetahui korban pergi dari Ponpes. Keluarga korban kemudian mendapatkan info bahwa ADP pergi bersama PA. Untuk menyelamatkan putri mereka, pihak keluarga sempat meminta tolong perangkat desa tempat tinggal tersangka PA.

Pada Kamis, (6/2) warga mengamankan korban serta tersangka PA dan tersangka NR, lalu dibawa ke rumah perangkat desa.

Selanjutnya para tersangka diserahkan ke Polres untuk diperiksa lebih lanjut. Sedangkan korban dibawa ke RSUD Merah Putih untuk mendapatkan perawatan.

Dari kasus ini, Polres Magelang menyita barang bukti di antaranya pakaian milik para tersangka, pakaian milik korban, satu buah tikar, satu utas tali rafia, botol miras merek Vodka Mansion House yang sudah kosong, satu buah gelas, satu buah handphone milik tersangka PA dan satu buah handphone milik korban.

Atas perbuatannya, para tersangka disangka dengan Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara. (lim/sak)

BERITA TERKINI

BACA JUGA