Kabar Duka, Inisiator UU Desa Sudir Santoso Tutup Usia

Rekomendasi
sudir santoso
Sudir Santoso, salah satu putra terbaik dari Desa Kedungwinong Kecamatan Sukolilo, Pati berpulang ke hadapan sang Maha Kuasa, Minggu (9/1) pukul 10.30 WIB. Foto: Istimewa

 

PATI, MEMOJATENG РKabar duka menyelimuti Bumi Mina Tani.  Sudir Santoso, salah satu putra terbaik dari Desa Kedungwinong Kecamatan Sukolilo, Pati berpulang ke hadapan sang Maha Kuasa, Minggu (9/1) pukul 10.30 WIB.

Menurut Arya, putra tercinta, penyebab meninggalnya tokoh penggagas lahirnya Undang-Undang Desa dikarenakan serangan jantung.  Beberapa hari terakhir sebelum mendapatkan perawatan di RS Mardi Rahayu Kudus, Sudir terlihat kelelahan karena aktivitas yang luar biasa.

“Bapak sempat dirawat secara intensif selama empat hari di Kudus. Saat itu tiba-tiba almarhum lemas dan kondisi fisiknya menurun, sehingga dilarikan ke rumah sakit,” terang Arya.

Semasa hidup, Sudir Santoso dikenal tegas dan disiplin. Beliau juga pernah menjabat Kepala Desa Kedungwinong satu periode.

Almarhum juga dikenal sebagai seorang pahlawan desa lewat perjuangannya dalam inisiator lahirnya Undang-Undang Desa yang saat ini banyak dirasakan masyarakat desa di hampir seluruh pelosok negeri.

Sosoknya yang tegas dan tidak mau kompromi terkait isu desa ini banyak menjadi panutan dari kepala desa, bahkan banyak kalangan aktifis yang mengagumi karisma beliau.

“Almarhum ini adalah sosok penting dalam lahirnya organisasi yang banyak menaungi kepentingan desa seperti Parade Nusantara, dan masih banyak lagi seperti FKDI. FKDI salah satu organisasi yang lahir dari campur tangan beliau, terakhir di penghujung usia beliau sepat mengukir tinta manis untuk desa beliau melahirkan partai yang di beri nama Partai Perkasa,” kenang Widodo, salah satu teman dekat almarhum.

Dikatakan, partai tersebut dibentuk dengan tujuan memperjuangkan masyarakat desa agar tercapai keadilan dan kemakmuran desa.

Partai yang kemudian melebur dari Partai Pelopor yang di gawangi almarhumah Rachmawati Sorkarno Poetri ini, kemudian oleh beliau diubah nama menjadi Partai Perkasa.

“Selamat jalan pejuang desa Bapak Sudir Santoso, jasa-jasamu tak kan dilupakan oleh masyarakat desa,” pungkasnya. (edi/sak)

BERITA TERKINI

BACA JUGA