Ini Tiga Kasus yang Menjerat Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

Rekomendasi
OTT KPK
Ilustrasi barang bukti hasil operasi tangkap tangan. Foto: Jawa Pos

 

Jakarta l Memo Jateng

Petugas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Rabu (5/1) siang.

Selain menangkap Rahmat Effendi, petugas juga mengamankan jumlah orang dari pihak swasta. Pihak inilah, yang disebut pelaku suap untuk sang Wali Kota.

Dilansir dari JawaPos.com, KPK menangkap Rahmat Effendi setelah berhasil mengendus perbuatan tercela sang Wali Kota.

Rahmat Effendi diduga menerima upeti dari sejumlah pihak. Di antaranya, uang dari pihak yang menginginkan bekerja sebagai tenaga kontrak di berbagai dinas di Pemerintah Kota Bekasi.

“Nilainya bervariasi, jumlah sementara duit suap ada puluhan juta yang diterima Wali Kota melalui orang kepercayaanya,” terang sumber JawaPos.com.

Disebutkan, rencanannya ada sekitar 800 tenaga kontrak yang dibutuhkan pihak Pemkot Bekasi untuk mengisi berbagai formasi lowongan kerja.

Kemudian, kasus suap kedua berasal dari bos perusahaan properti yang ingin mengembangan bisnis di Bekasi. Nah, dari bos properti ini, rahmat Effendi diduga menerima sekitar Rp 100 juta.

Sedangkan dugaan suap ketiga diduga berasal dari ijon berbagai proyek di Bekasi.” Jumlahnya Rp 500 juta,” terang sumber itu lagi.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri membenarkan penangkapan Wali Kota Bekasi rahmat Effendi dalam operasi tangkap tangan di Bekasi, Rabu siang.

“Saat ini Wali Kota Bekasi dan beberapa orang yang terkait sedang dilakukan pemeriksaan,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu. (jpc/sak)

BERITA TERKINI

BACA JUGA