Jelang Tahun Baru, Ditresnarkoba Polda Jateng Gelar Razia Tempat Hiburan Malam

Rekomendasi
razia tempat hiburan malam
Ditresnarkoba Polda Jateng menggelar razia narkoba di tempat hiburan malam di Kota Semarang, Kamis (30/12) dini hari. Foto: Memo Jateng

 

Semarang l Memo Jateng

Ditresnarkoba Polda Jateng bersama Biddokes, Ditsabhara, Bidpropam, BNNP Jateng, Satresnarkoba Polrestabes Semarang dan TNI menggelar razia narkoba di tempat hiburan malam di Kota Semarang, Kamis (30/12) dini hari. Operasi dilaksanakan guna mencegah peredaran barang haram sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dirresnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol Lutfi Martadian mengatakan, dalam operasi ditemukan beberapa tempat hiburan yang masih buka di atas ketentuan aturan Perwali terkait pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 1 di Kota Semarang.

“Masih ada beberapa tempat hiburan yang beroperasi, apabila ditemukan penyalahgunaan narkotika di tempat hiburan, tim razia kami langsung melakukan tes urin dan selanjutnya di-assasement, bila hasilnya positif memakai narkotika kita akan tindak secara hukum,” terangnya.

Meskipun situasi pandemi Covid-19 terkendali, namun liburan panjang dalam rangka Tahun Baru 2022 akan segera tiba. Potensi peningkatan mobilitas pada waktu tersebut dapat membuka risiko terjadinya lonjakan kasus, bahkan gelombang ketiga.

Pihaknya terus mengingatkan masyarakat bahwa pandemi belum usai. Pergerakan virus Corona dinamis pada tingkat global, tingkat kepatuhan protokol kesehatan di tanah air, serta target cakupan vaksinasi yang masih harus dikejar. Untuk itu, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan.

“Salah satu yang dianggap mempengaruhi peningkatan kasus adalah sudah dilakukannya berbagai pelonggaran dan penurunan kepatuhan terhadap protokol kesehatan, misal penggunaan masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” kata Lutfi Martadian.

Senada dengan Dirresnarkoba, Kabid Pemberantasan BNNP Jateng Kombes Pol M. Arief Dimjati mengatakan, bila ditemukan penyalahgunaan narkotika di tempat hiburan maka pihaknya akan melakukan tes urin lalu akan diassasement, bila terbukti positif narkotika maka dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku dalam operasi.

“Terkait dengan waktu operasional apabila sudah selesai tentu akan kita hentikan, secara sosial itu. Kita berikan edukasi dulu. Kami BNNP Jateng sangat mendukung kegiatan razia yang dipelopori oleh Ditresnarkoba Polda Jateng, kami akan terus membantu dan saling berkoordinasi dalam hal pemberantasan tindak pidana narkotika di Jawa Tengah,” tutupnya. (lim/sak)

BERITA TERKINI

BACA JUGA