Kakek 74 Tahun Ditahan Karena Bacok Pencuri, Ini Klarifikasi Kapolres Demak

Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono dalam konferensi pers, Rabu (13/10/2021) memberikan klarifikasi tentang duduk perkara yang sebenarnya. (Foto: Istimewa)

Demak | Memo Jateng
Beredarnya berita di sejumlah media tentang kakek Kasminto (74) yang ditahan karena disangkakan melakukan penganiayaan pada seorang pelaku pencurian di kolam ikan yang dijaganya, diluruskan oleh Polres Demak.

Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono dalam konferensi pers, Rabu (13/10/2021) memberikan klarifikasi tentang duduk perkara yang sebenarnya.

“Kejadian bermula pada tanggal 7 September, dimana warga menemukan seorang pemuda di pinggiran jalan. Pemuda itu mengalami luka bacok pada lengan sebelah kiri dan leher sebelah kanan,” ungkap Kapolres.

Setelah dibawa ke Puskesmas, lanjut Kapolres, warga melaporkan kejadian tersebut ke Polres Demak dan petugas mulai melakukan penyelidikan. Setelah kondisi korban membaik, polisi melakukan wawancara dan memeriksa sejumlah saksi atas kejadian tersebut.

Selanjutnya, polisi menemui kakek Kasminto dan membawanya ke Mapolres untuk dimintai keterangan.

“Kasus tersebut resmi dilaporkan oleh korban pada tanggal 8 September 2021. Jadi, memang benar Polres Demak menangani kasus penganiayaan tersebut dan saat ini sudah dilimpahkan ke kejaksaan,” ungkap Kapolres.

Kapolres menambahkan, kasus penganiayaan yang menjerat kakek Kasminto itu saat ini statusnya sudah P-21 di tingkat kejaksaan. Adapun kasus pencurian ikan baru dilaporkan oleh pemilik lahan atas nama Suhadak Bin (alm) Subadi pada tanggal 11 Oktober 2021. Kasus tersebut saat ini tengah serius ditangani Satreskrim Polres Demak.

“Sekarang kasus pencurian sudah ditangani Satreskrim Polres Demak. Selanjutnya, kita lakukan langkah penyidikan sehingga menjadi terang apa yang dilakukan oleh pelaku tersebut,” tandas Kapolres.

Kapolres menggarisbawahi bahwa penanganan dua kasus tersebut telah dilaksanakan secara profesional dan prosedural oleh Polres Demak. Kapolres mengimbau agar masyarakat bijak menyikapi sebuah berita dan dapat menilai permasalahan yang ada secara proporsional.

Membela Diri
Kasus yang dialami oleh kakek Kasmito bermula saat ia memergoki seorang pemuda berumur 30 tahunan mencuri ikan di kolam yang ia jaga pada 7 September 2021. Kolam ikan itu terletak di Desa Pasir, Kecamatan Mijen, Demak, Jawa Tengah, di kawasan sepi penduduk.

“Mbah Minto itu memang penjaga kolam ikan itu, tidurnya juga di situ di gubuk. Nah tanggal 7 September sekitar pukul 18.30 malam itu si mbah mergokin ada maling,” ujar kuasa hukum Kasminto dari LBH Demak Raya, Hariyanto, Selasa (12/10).

Awalnya pria sebatang kara ini bermaksud menegur maling itu baik-baik. Namun, pencuri itu justru menyerang Mbah Minto menggunakan alat setrum ikan yang dia bawa.

“Mbah sudah teriak maling-maling tapi ndak ada yang merespons karena letaknya juga jauh dari warga. Korban hendak menyerang lalu Mbah Minto mengambil arit dan dibacoklah maling itu di bagian punggung untuk melindungi diri,” ucap Hariyanto.

Menurut pengakuan Kasminto, bukan sekali ini ia kehilangan barang atau ikan di kolam yang ia jaga. Sebelumnya ia telah kehilangan pompa air. “Sebelumnya kolam ikan itu sering kehilangan barang. Bahkan pencuri itu sudah berhasil nangkap ikan hampir 20 kilogram. Makanya si mbah ndak tinggal diam,” lanjutnya.

Setelah membacok pencuri ikan, Mbah Minto melaporkannya ke warga desa. Ia juga mengaku telah melukainya. “Lalu sekitar pukul 23.00 malam hari itu juga si mbah dibawa ke kantor polisi karena laporan penganiayaan itu,” imbuhnya.

Haryanto berharap aparat penegak hukum dapat dengan adil melihat kasus ini. “Harusnya pencuri itu juga ikut dipenjara, jangan hanya Mbah Minto saja. Apalagi beliau melakukan hal itu karena melindungi diri,” kata Haryanto. (adi/rif)