Duh, Tabungan Rp 5,8 Miliar Raib, Nasabah Gugat Bank Mandiri Rp 55,8 Miliar

Kudus | Memo Jateng
Kasus pembobolan dana nasabah kembali terjadi. Kali ini menimpa nasabah Bank Mandiri Kudus, Moch Imam Rofi’i. Tak tanggung-tanggung, Imam kehilangan uang Rp 5,8 miliar. Tak ayal, ia pun menggugat Bank Mandiri Kudus melalui kuasa hukumnya, Musafak dan Nur Sholikin.

Menurut Musafak, gugatan dengan nomor 59/Pdt.G/2021/PN Kudus ini akan dilakukan sidang perdana di PN Kudus pada Rabu (20/10/2021) mendatang.

“Karena tidak ada kejelasan hingga sekarang dari pihak Bank Mandiri Kudus, maka kami ajukan gugatan di PN Kudus. Pengajuan gugatan sudah kita lakukan sejak Rabu lalu (6/7),” ujar kuasa hukum penggugat, Musafak, Jumat (8/10/2021).

Dalam gugatannya Musafak menuntut Bank Mandiri Kudus mengembalikan secara materiil Rp 5,8 miliar dan kerugian nonmateriil sebesar Rp 50 miliar.

“Secara materiil klien kami mengalami kerugian Rp 5,8 miliar dan kerugian nonmateriil ini psikologi klien kami telah kehilangan uang yang dipercayakan kepada Bank Mandiri Kudus sehingga menguras pikiran dan tenaga sehingga kami gugat sebesar Rp 50 miliar. Jadi total kerugian klien sebesar Rp 55,8 miliar,” papar Musafak, dikutip RMOLJateng.

Terbongkarnya kasus pembobolan rekening milik Moch Imam Rofi’i bermula pada 31 Mei 2021, saat korban hendak mengambil uang tunai di Bank Mandiri Cabang Karanganyar sebesar Rp 20 juta. Namun ia tidak bisa mengambil uangnya.

Korban pun menanyakan ke teller bank dan diperoleh informasi kalau ATM dalam keadaan diblokir dan disarankan mengganti ATM di Bank Mandiri pembuka rekening yakni Bank Mandiri Kudus.

Setelah melewati berbagai pengecekan, ternyata saldo tabungan di Bank Mandiri Kudus telah berkurang hingga Rp 5,8 miliar. Pihak Bank Mandiri Kudus memberitahukan kalau telah terjadi transaksi di rekening korban.

Transaksi itu adalah berupa transfer RTGS tanah bantul 2 sebesar Rp 2.000.030.000, transfer RTGS tanah bantul 2 sebesar Rp 2.000.030.000, transfer RTGS tanah sawah bantul sebesar Rp 1.300.030.000 dan penarikan tunai sebesar Rp 500.000.000.

Mendapatkan informasi tersebut korban kaget karena tidak pernah melakukan transaksi-transaksi yang disebutkan itu.

Karena tidak ada tindaklanjut dari pihak bank soal raibnya tabungan tersebut, pada 2 Juni 2021, korban pun mengirimkan surat ke Bank Mandiri Cabang Kudus, tapi tidak ada tanggapan yang memuaskan.

Mandiri Siap Mengganti

Menanggapi gugatan itu, VP Government Business Head Bank Mandiri Regional VII/Jawa 2 D Minar G Pasaribu seperti dikutip dari CNNIndonesia, Jumat, (8/10/2021) mengatakan, pihaknya mengaku menghormati proses hukum yang sedang berlangsung terhadap rekening nasabah berinisial MIR atau Moch Imam Rofi’i.

Minar berkomitmen mengganti uang nasabah yang hilang. Namun, dengan syarat bahwa ada bukti kelalaian dari pihak Bank Mandiri. “Berkomitmen mengganti dana nasabah, jika terbukti terdapat kelalaian di pihak kami sesuai putusan pengadilan,” kata Minar.

Sebaliknya, jika tak tak ada bukti kelalaian dari Bank Mandiri, maka perusahaan pelat merah itu akan memproses dugaan pembobolan itu secara hukum.

“Apabila terbukti tidak terdapat kesalahan pada Bank Mandiri, maka kami akan memproses secara hukum,” jelas Minar. (rol/cnn/rif)