Bupati Pemalang Fokus di 25 Desa Setelah Ditarget Wapres Bebas Kemiskinan Ekstrem

Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo. (Foto: joglojateng)

Pemalang | Memo Jateng
Kabupaten Pemalang merupakan satu dari lima daerah di Jawa Tengah yang menjadi target pengentasan kemiskinan ekstrem tahun ini. Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo optimistis target itu terpenuhi dan bakal difokuskan di 25 desa.

“Saya kira bisa diselesaikan akhir tahun ini. Sebagai langkah awal terfokus pada lima kecamatan dan setiap kecamatan ada lima desa. Jadi ada 25 desa mungkin akan kita kejar sampai akhir tahun ini,” kata Mukti di Kantor Dinas Pariwisata dan Olah Raga Kabupaten Pemalang, Kamis (7/10/2021).

Mukti menyebut pengentasan kemiskinan ekstrem itu sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Pemalang. Pihaknya pun sudah membuat sejumlah program pengentasan kemiskinan di tiap desa.

“Secara umum apa yang menjadi visi misi Kabupaten Pemalang itu sudah mencakup permasalahan kemiskinan ekstrem, contohnya kita ada ada desa wisata, ada desa digital (dedi), desa sinergi (desi), dan kota industri (koin),” ungkapnya.

Mukti berharap dengan adanya desa tersebut dan juga kota industri bakal membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Terlebih dari catatannya, pengeluaran warga Pemalang masih berkisar ratusan ribu per bulan.

“Ya yang kami lihat informasinya kita dikatakan miskin ekstrem karena pengeluaran individu kurang dari Rp 389 (ribu), sehingga dinilai kondisi miskin,” katanya.

“Ya korelasinya harapan kami dengan program yang telah kita rencanakan dan lebih jauh lagi bias menurunkan kemiskinan dan meningkatkan kemakmuran karena dengan adanya kemakmuran ini apapun permasalahannya bisa diselesaikan,” imbunnya.

Mukti menjelaskan dengan program tersebut bisa mendongkrak lapangan pekerjaan dan memberdayakan UMKM yang ada di lingkungan desa setempat. Tiap program desa pun dibuat sesuai dengan kekhasan daerah tersebut, misalnya desa digital yang memberikan informasi bagi masyarakat kategori miskin ekstrem.

“Adanya desa sinergi, sinergi ini bukan hanya antardesa saja, antardesa ke kecamatan dan kabupaten sehingga dapat mengatasi permasalahan yang ada, dan adanya koin (kota industri) juga mengurangi pengangguran yang ada di wilayah kabupaten,” bebernya.

Mukti lalu mencontohkan adanya tambak udang vaname seluas 260 hektare di Desa Pesantren, yang menyerap 2 ribu pekerja. Selain itu ada pula kawasan industri di Desa Surajaya yang dipastikan bakal menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja.

“Kita optimis bisa selesaikan pekerjaan ini,” ucap Mukti.

Sebelumnya diberitakan, Wapres Ma’ruf Amin memimpin rapat koordinasi (rakor) penanggulangan kemiskinan ekstrem di Semarang, Jawa Tengah. Dari lima daerah prioritas di Jateng, Pemalang termasuk dalam kategori miskin ekstrem.

Ukuran tingkat kemiskinan ekstrem mengacu pada definisi Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yaitu sebesar 1,9 US dollar PPP (purchasing power parity) per kapita per hari, bukan berdasarkan ukuran tingkat kemiskinan umum yang digunakan BPS yaitu sebesar USD 2,5 PPP per kapita per hari.

Berdasarkan ukuran tersebut total jumlah penduduk miskin ekstrem di Jawa Tengah mencapai 581.968 jiwa. Kelima daerah prioritas pengentasan kemiskinan ekstrem tersebut yakni:
– Kabupaten Banyumas dengan tingkat kemiskinan ekstrem 6,83 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 116.330 jiwa.
– Kabupaten Banjarnegara dengan tingkat kemiskinan ekstrem 7,23 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 67.010 jiwa.
– Kabupaten Kebumen dengan tingkat kemiskinan ekstrem 7,68 persen jumlah dan penduduk miskin ekstrem 92.190 jiwa.

– Kabupaten Pemalang dengan tingkat kemiskinan ekstrem 9.52 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 124.270 jiwa.
– Kabupaten Brebes dengan tingkat kemiskinan ekstrem 10,34 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 197.520 jiwa. (dtc/rif)

Sumber: detik.com