Harga Petai di Kendal Menukik

Ilustrasi panen petai. (Foto: antarafoto.com)

Kendal | Memo Jateng
Melimpahnya hasil panen petai di Kecamatan Patean Kabupaten Kendal tahun ini tidak diimbangi dengan tingginya harga dari petani.

Hal tersebut diungkapan salah satu petani di Desa Sidokumpul Kecamatan Patean Kabupaten Kendal Nokati (51), pada Senin (27/9), siang. Ia mengaku, tahun ini pendapatan dari hasil panennya lebih sedikit dibandingkan tahun kemarin.

“Harganya murah sekarang. Kemarin Rp 1,5 juta per karung kalau sekarang Rp 1 juta. Hasilnya memang banyak sekarang, tapi uangnya lebih sedikit,” ungkapnya.

Nokati sendiri, biasanya menjual petai hasil panennya ke tengkulak dengan harga Rp 75 ribu per ikatnya. Satu ikat petai biasanya berisi 100 buah. Untuk tahun ini Nokati telah memanen petai sebanyak 100 buah.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Zaenal Khoirun (30) petani petai di Desa Curugsewu Kecamatan Patean Kabupaten Kendal.

Ia mengatakan panen petai tahun ini lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya. Dari 10 pohon yang ia miliki, Zaenal Khoirun dapat mengantongi uang Rp 10 juta – Rp 15 juta tiap kali panen.

“Rp 10 juta – Rp 15 juta biasanya sekali panen. Ya lumayanlah untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya. Pada musim panen tahun ini, pohon petai miliknya menghasilkan hingga 12 ribu buah petai. Biasanya dia menjual ke pengepul atau menjual ke pembeli secara langsung. Kadang ke pengepul, kadang ya juga ke pembeli. Kalau pengepul kan juga dekat, tetangganya sendiri ada,” jelasnya.

Menurunya harga petai musim ini juga disampaikan oleh pengepul petai di Kecamatan Patean Kabupaten Kendal, Zaenal Abidin (45). Ia mengatakan untuk tahun ini petai mengalami penurunan harga dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipin di wilayah Kecamatan Patean hasil panennya lebih melimpah.

“Tahun ini harga agak merosot daripada tahun sebelumnya. Karena tahun kemarin kan panennya kurang,” katanya saat ditemui di lokasi pengempulan.

Setiap hari Zaenal Abidin dapat mengumpulkan 50-100 karung petai dari petani. Tiap karung biasanya berisi sekira 8 ikat petai atau 800 buah.

“Tergantung kualitas, kalau kualitas bagus itu kira-kira 8 ikat per karungnya. Satu ikat isinya 100 buah,” jelasnya.

Petai-petai tersebut dijual ke wilayah Jabodetabek. Satu karung petai dibandrol Rp 900.000 – Rp 1.250.000.

“Jualnya ke Jabodetabek, biasanya dikirim lewat ekspedisi. Per karung macam-macam (harganya), ada yang Rp 1 juta, Rp 900 ribu, Rp 1.250.000, tergantung kualitas,” tutupnya. (*/rif)

Sumber: jateng.tribunnews.com