Pengunjung Pantai Tegal Abaikan Prokes, Pengawasan Lemah?

Suasana meriah di Pantai Larangan, Minggu (26/9), tapi sebagian besar pengunjung abai terhadap prokes. (Foto: klikanggaran.com)

Slawi | Memo Jateng
Pantai Larangan, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, semarak dan meriah pada Minggu (26/9/2021). Tetapi, sayangnya para wisatawan tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Banyak yang tidak memakai masker, banyak pula pengunjung tak peduli jaga jarak. Mereka seolah lupa pandemi belum berakhir dan covid-19 masih bisa kembali menimbulkan lonjakan kembali. Kondisi ini apakah akibat lemahnya pengawasan dari petugas?

Kapolsek Kramat Iptu Aditya saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal untuk pengawasan protokol kesehatan di tempat-tempat wisata di wilayah Kecamatan Kramat.

Menurut Iptu Aditya, patroli rutin ke tempat-tempat keramaian terus digiatkan, guna memberikan imbaun kepada masyarakat untuk mentaati prokes. Pihaknya tak segan segan memberikan teguran bila ada warga yang tidak patuh prokes.

“Personel kami pada saat pelaksanaan patroli dibekali masker yang dibagikan kepada masyarakat. Hal ini untuk memperlihatkan upaya kami dalam kontrol prokes, dimana Polri tidak hanya mengimbau akan tetapi juga memberikan solusi,” ujar Aditya.

Memang tak semua pengunjung abai terhadap protokol kesehatan. Tak sedikit pula wisatawan yang patuh protokol kesehatan.

Meski saat ini masih berstatus level 3 PPKM, Pemerintah Kabupaten Tegal memutuskan untuk membuka sejumlah tempat wisata secara terbatas dan bersyarat. Terbatas artinya jumlah pengunjung dibatasi 50 persen dari kapasitas maksimal.

Sedangkan bersyarat adalah, pengunjung yang masuk harus telah divaksin Covid-19. Namun nampaknya dua ketentuan itu tidak sepenuhnya diterapkan oleh semua pengelola kawasan wisata di Kabupaten Tegal. (kli/rip)