Wow, Merpati Asal Pekalongan Laku Rp 1,5 Miliar, Dibayar Cash Bergepok-gepok Uang

Juned (pakai topi) memperlihatkan tumpukan uang hasil penjualan merpati Jaguar. (Foto: screenshot YouTube)

Kajen | Memo Jateng
Muhammad Juned, warga Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, membuat heboh media sosial. Bukan karena namanya, melainkan burung merpati miliknya yang terjual dengan harga fantastis, Rp1, 5 miliar.

Dalam video yang diunggah akun YouTube Merpati Lover memperlihatkan transaksi penjualan burung dara atau merpati miliknya. Burung dara spesialis balapan kolong bernama Jaguar itu dibeli Rp1,5 miliar.

Pembelian dilakukan dengan cash atau dibayar kontan oleh pembeli asal Jakarta. Burung dara bernama jaguar ini langsung pindah pemilik dengan harga setara mobil Alphard baru dan Innova.

Burung dara Jaguar ini berusia 5 tahun sering memenangi kejuaraan dan beberapa kali mendapat hadiah mobil dari hasil menang. Burung dara tersebut hasil penangkaran di tempat Muhammad Juned yang sehari- hari dirawat secara khusus oleh beberapa orang tenaga kerja.

Penampakan burung dara Jaguar sebenarnya sama dengan burung dara pada umumnya. Namun yang membedakan karena binatang ini sering menang dalam balapan dara kolong.

Balapan ini biasanya ditandai dengan empat bambu yang ditancapkan menjadi persegi. Apabila burung dara berhasil menukik ke bawah masuk ke kolong persegi makan berhak menjadi pemenang.

Juned mengatakan, dengan berat hati dia menjual Jaguar burung dara andalannya karena ingin memberikan contoh motivasi kepada para pecinta balap merpati. Beternak burung merpati bisa menghasilkan uang kalau ditekuni secara sungguh-sungguh.

Juned menekuni ternak burung dara balap sejak 20 tahun silam semenjak dirinya belum mempunyai istri. Ketekunannya membuahkan hasil karena salah satu anakan burung dara yaitu Jaguar bisa terjual sampai miliaran.

“Burung Jaguar dibeli oleh mas Ping Ping dari Jakarta seharga Rp 1,5 miliar. Karena burung ini punya kualitas, kualitasnya sudah sering podium, sering juara. Kalau juaranya saya lupa ya sering ikut lomba,” kata Juned, Minggu (26/9/2021).

“Jenis lombanya kolong bawah tanah. Sudah pernah dapat mobil, dapat motor juga sering. Yang beli datang sendiri ke sini. Dia nawar-nawar dealnya segitu (Rp1,5 miliar). Dia memang orangnya suka sama burung ini,” katanya.

Transaksi burung merpati Jaguar miliknya itu terjadi pada Jumat (25/9) malam. Si calon pembeli saat itu, kata Juned, sempat menawar burung merpati Jaguar Rp 600 juta dua tahun lalu.

“Terus datang lagi belum lama kemarin, nawar Rp 1 miliar. Belum tak kasih. Akhirnya tadi malam dia telpon lagi, saya jawab RP 1,5 miliar, langsung deal,” ucapnya.

“Akhirnya (pembeli) datang ke sini, terus diboyong Jaguar ke tempat bos barunya. Dia juga penghobi, pemain burung juga, dari Jakarta,” lanjut Juned.

Di kandang miliknya, terdapat ribuan burung dara anakan siap tanding dan dijual kepada warga yang ingin membeli. Rata-rata harga anakan yang Juned dijual dari mulai Rp30 juta sampai ratusan juta rupiah.

“Untuk perawatan burung ini seperti biasa, kayak dijemur. Jaguar yang lain belum ada, yang ada masih podium satu, dua kali, empat kali paling segitu,” katanya.

Juned mengatakan terjualnya merpati Jagur merupakan pencapaian dari hasil perawatan dan sebagai motivasi bagi seluruh burung kolong se-Indonesia.

“Jadi majunya burung kolong bebasan harus ada orang yang membumikan biar masyarakat yang pemain burung di Indonesia bisa maju, bisa semangat main burungnya. Buat motivasi tujuan saya seperti itu,” ujarnya. (dtc/ine/rip)