Penyelundupan Narkotika Dilempar dari Luar Tembok Lapas Semarang Digagalkan

Lokasi ditemukannya bungkusan isi sabu dan pil koplo di Lapas Kedungpane, Semarang, Jumat (24/9/2021). Foto: (Foto: Antara)

Semarang | Memo Jateng
Upaya penyelundupan sabu dan pil koplo terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Kedungpane, Semarang, Jawa Tengah. Barang bukti 10 gram sabu dan 100 butir pil koplo diamankan petugas lapas.

“Bungkusan itu berisi narkotika jenis sabu seberat 10 gram dan 100 butir pil koplo,” kata Kalapas Kedungpane Semarang, Supriyanto, dalam siaran pers, Jumat (24/9/2021).

Peristiwa upaya penyelundupan sabu dan pil koplo ke dalam Lapas Kedungpane itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu seorang petugas lapas sedang melakukan kontrol keliling di area sekat dengan tembok terluar.

Ketika itu petugas menemukan bungkusan warna cokelat yang ternyata berisi sabu dan pil koplo. Diduga modus penyelundupan narkoba tersebut dilakukan dengan melempar dari luar tembok lapas ke dalam blok. Namun upaya tersebut gagal karena bungkusan tidak sampai ke dalam blok hunian.

Supriyanto menjelaskan, setelah temuan itu pihaknya langsung menghubungi Polsek Ngaliyan. Setelah itu barang bukti diserahkan kepada kepolisian guna diproses lebih lanjut.

“Barang bukti penyelundupan narkoba tersebut sudah kami serahkan ke Polsek Ngaliyan untuk dapat dilakukan penyelidikan lanjutan,” ujarnya.

Supriyanto menambahkan, terkait peristiwa ini, pihaknya akan memasang kamera CCTV di luar tembok lapas untuk lebih memudahkan pengawasan.

Pada 19 Agustus 2021, BNNP Jawa Tengah menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu ke sesama narapidana di Lapas Kedungpane. Sabu seberat 100 gram itu dimasukkan ke empat bungkus rokok oleh seorang napi berinisial AS saat hendak ke toilet di luar lapas.

Setelah digeledah ditemukan empat bungkus rokok Lucky Strike dan Marlboro yang di dalamnya terdapat sabu seberat 100 gram. 3 bungkus Lucky Strike masing-masing berisi 30 gram sabu dan 1 bungkus Marlboro berisi sabu 10 gram beserta 1 bandel plastik klip kecil.

Saat dilakukan interogasi, sabu tersebut rencananya akan diambil oleh seorang napi yang menjadi tahanan pendamping berinisial ACS. (kom/der/rep)