Dorong Bordir Jadi Ikon Usaha Pekalongan

Pelatihan bordir yang digelar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kota Pekalongan. (Foto: Humas Kota Pekalongan)

Pekalongan | Memo Jateng
Sebanyak 40 orang pegiat dan pelaku UMKM di Kota Pekalongan mengikuti pelatihan bordir yang digelar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) setempat. Peserta tak hanya diajari cara pembuatan bordir, tetapi juga teknik pemasaran produk.

Kabid Koperasi dan UMKM Kota Pekalongan, Nugroho Hepi Kuncoro, menjelaskan, pelatihan diselenggarakan selama tiga hari di LPK Nisifano. Pelatihan diikuti oleh warga dari berbagai usia, mengingat berkarya dan menghasilkan sesuatu tidak dibatasi umur, tetapi yang terpenting produktivitas dan semangatnya.

Ia menambahkan, para peserta didorong untuk mengembangkan ketrampilannya secara mandiri. Sehingga kelak bordir bisa menjadi sentra usaha baru di Kota Batik.

“Harapan kami bordir ini tidak hanya sebagai penunjang, tetapi bisa menjadi ikon produk unggulan Kota Pekalongan,” ujarnya.

Salah seorang peserta, Masruhah, menyatakan, pelatihan itu sangat bermanfaat baginya dan peserta lain.

Wanita berusia 53 tahun tersebut dengan teliti dan tangkas membordir kain berpola yang telah dibuat. Ia juga memberikan semangat kepada peserta lain agar bisa memanfaatkan ilmu ini dengan baik.

“Saya punya usaha jahit di rumah, menjahit pakaian seperti gamis, blus, dan daster. Mengikuti pelatihan karena ingin terus berkarya dan membantu ekonomi keluarga. Jadi wanita jangan sampai lemah supaya bisa maju,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, menyampaikan, usaha bordir sangat berpotensi dan memiliki pangsa pasar yang tinggi, apalagi menjelang ramadan dan lebaran. Dia berharap, peluang tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh peserta, untuk berkarya dan menghasilkan suatu produk bernilai jual.

“Mudah-mudahan dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan peserta. Sehingga, tidak hanya mampu menghasilkan produk, namun juga mampu memasarkan produknya, baik lokal maupun global,” ungkap Wali Kota Aaf. (hum/rif)