Desa Wisata Ngrombo Raih Penghargaan Terbaik se Indonesia

gitar produk Desa Ngrombo. (Foto: Istimewa)

Sukoharjo | Memo Jateng
Desa Ngrombo, Kecamatan Baki, Sukoharjo, yang dikenal sebagai kampung gitar keluar sebagai pemenang dalam lomba desa wisata kategori kreatif tingkat nasional. Desa Ngrombo berhasil menyisihkan 465 desa lainnya dan dianugerahi penghargaan sebagai desa wisata terbaik se-Indonesia.

Ketua kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Ngrombo Kuncoro, Saryadi mengatakan selain dikenal sebagai sentra industri gitar di Kabupaten Sukoharjo, ada beberapa potensi lain yang ada di desa tersebut. Potensi-potensi itu digarap kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Ngrombo Kuncoro selama beberapa tahun terakhir.

Dia menambahkan potensi desa tersebut antara lain budaya, kuliner, serta wisata alam. Keempat potensi desa ini menjadi bagian tak terpisahkan yang dioptimalkan pokdarwis setempat sehingga mengantar Ngrombo, Sukoharjo, menjadi desa wisata terbaik se-Indonesia.

Ketua Pokdarwis Ngrombo Kuncoro, Saryadi, mengatakan pusat keunikan atau ikon Desa Ngrombo yakni sentra industri gitar. Di setiap wilayah rukun tetangga (RT) terdapat patung gitar dengan jenis berbeda-beda. Misalnya, klasik, ukulele, hingga flamengo.

“Jumlah perajin gitar sebanyak 212 orang. Setiap perajin rata-rata memiliki tiga-lima karyawan. Artinya, ada lebih dari 600 perajin yang mengandalkan penghasilan dari membuat gitar,” tambahnya.

Namun tak cuma sentra industri gitar, Desa Ngrombo juga menawarkan wisata lainnya. Ada 15 lokasi yang bisa dikunjungi masyarakat di desa wisata Ngrombo, Sukoharjo, mulai dari taman di pinggir anak Sungai Bengawan Solo, kuliner desa, hingga wisata budaya.

Saryadi menyebut kunci keberhasilan membangun desa wisata adalah pemberdayaan masyarakat yang menyokong kearifan lokal. Masyarakat setempat terlibat langsung dalam pembuatan gitar, kuliner, dan pengembangan budaya.

Mereka juga kerap mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) guna memperkuat branding desa wisata Ngrombo, Sukoharjo. Ke depan, lanjutnya, pengembangan desa wisata difokuskan pada wisata edukasi.

“Persiapan dilakukan selama lebih dari delapan bulan. Sementara proses pembuatan video hanya sehari pada Juni 2021. Masyarakat dilibatkan dalam pembuatan video,” katanya.

Video tersebut menggambarkan kolaborasi aktivitas industri gitar, budaya, beragam kuliner ndesa, dan wisata alam. Beragam potensi desa itu dikemas dalam paket edukasi wisata atau jelajah kampung.

Ada 15 lokasi yang bisa dikunjungi masyarakat di desa wisata Ngrombo, Sukoharjo. Hal itu mulai dari taman di pinggir anak Sungai Bengawan Solo hingga produksi gitar di setiap rumah penduduk.

“Jumlah pengunjung pada Sabtu dan Minggu bisa mencapai lebih dari 1.000 orang. Mereka tak hanya berasal dari daerah Soloraya melainkan Semarang dan Jogja,” paparnya. (dim/dik)