Hiiiii … Ada Kepala Manusia dalam Selokan Sragen, Tubuh Terpisah 200 Meter Nyaris Jadi Kerangka

TKP kepala manusia Lapangan Desa Toyogo, Kabupaten Sragen Jumat (17/9/2021). (Foto: PMI Sragen)

Sragen | Memo Jateng
Relawan PMI Sragen melakukan evakuasi jenazah di gorong-gorong Lapangan Desa Toyogo, Dukuh Krujon, Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jumat (17/9/2021). Lebih miris, jenazah tersebut sebagian badannya sudah menjadi kerangka sebagian lagi membusuk.

Setelah dilakukan identifikasi ternyata korban ialah Eko Sutejo (44), warga Dukuh Krujon RT 28, Desa Toyogo, Sambungmacan.

“Setiba di lokasi, tim melakukan proses evakuasi jenazah yang sudah menjadi kerangka di dalam gorong-gorong. Para relawan mengumpulkan tulang belulang dari jenazah tersebut,” kata Ketua PMI Sragen Ismail Joko Sutresno.

Selanjutnya jenazah dievakuasi ke kamar Forensik RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen menggunakan ambulans Rescue Medic Alfa 05 PSC 119 Sukowati Sragen. Karena masih berada dimasa Pandemi, setelah melakukan respon petugas dan ambulans disterilisasi dan disemprot desinfektan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Penemuan jenazah korban awalnya ditemukan oleh warga sekitar, Mahsun (41) ketika sedang membuang sampah. Dirinya melihat tulang kepala tengkorak yang masih ada sisa pembusukan. Atas temuannya tersebut, Mahsun memberitahu warga lainnya untuk dilakukan penyisiran di saluran air tersebut.

Betapa terkejutnya mereka menemukan badan yang sudah membusuk. Ketika penemuan jenazah ini, ditemukan pula pakaian kaos warna orange hitam yang berjarak sekitar 200 meter dari di temukan tulang tengkorak kepala.

Atas kejadian ini mereka melaporkan ke perangkat desa dilanjutkan ke Polsek Sambungmacan guna pengusutan lebih lanjut.

Kasi Humas Polres Sragen AKP Suwarso mengatakan, setelah dilakukan olah TKP juga ditemukan celana pendek warna merah di dalam saluran air tersebut.

Suwarso melanjutkan, korban sebelumnya dinyatakan hilang sejak (27/7), pihak keluarga membuat laporan orang hilang ke Polsek Sambungmacan pada (1/8/2021). Korban juga mempunyai riwayat penyakit epilepsi.

Setelah mendapat laporan orang hilang telah dilakukan pencarian hingga ke wilayah luar Sragen. Keterangan dari sejumlah saksi, foto terakhir korban memakai pakaian kaos bagian depan warna orange dan bagian belakang warna hitam, celana pendek warna merah persis seperti saat ditemukan.

Suwarso mengatakan beberapa hari terakhir cuaca hujan di wilayah Sragen memang tinggi, sehingga dimungkinkan korban hanyut di saluran air tersebut.

Atas kejadian tersebut keluarga korban menerima atas kematian korban dan menolak untuk dilakukan autopsi. (tri/rif)