Pengakuan Tak Terduga Dokter Onani di Semarang

Ilustrasi kelainan seks.

Semarang | Memo Jateng
Kasus oknum dokter berinisial DP yang melakukan penyimpangan seks dengan mencampur sperma miliknya ke makanan istri temannya di Kota Semarang, Jawa Tengah masih terus berlanjut.

Dari pengakuan dokter itu kepada polisi, ia terobsesi film porno, dan merasa puas setelah melakukan aksinya itu.

“Tersangka mengaku sudah melakukan tiga kali (mencampur sperma ke makanan istri temannya) dan terobsesi dari nonton film porno. Merasa puas kalau spermanya dinikmati oleh orang lain,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes M Iqbal Alqudusy kepada wartawan lewat pesan singkat, Selasa (15/9/2021).

Polisi juga masih memperbaiki berkas kasus ini sesuai dengan masukan jaksa. Termasuk soal pemeriksaan kejiwaan tersangka.

“Saat ini yang bersangkutan sudah ditersangkakan dan sudah diberkas. Berkas sudah P-19. Beberapa hal perlu diperbaiki dan yang bersangkutan dalam penanganan dokter kejiwaan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang oknum dokter berinisial DP ditetapkan sebagai tersangka terkait penyimpangan seks yang dilakukannya. DP melakukan onani dan memasukkan spermanya ke makanan korbannya.

Dokter itu merupakan teman suami korban dan mereka bertiga tinggal bersama di sebuah kontrakan di Kota Semarang. Penyimpangan itu diketahui korban bulan Oktober 2020 lalu ketika korban meminta tolong iparnya untuk merekam kondisi ruang makan karena beberapa kali tudung saji dan makanan berubah posisi. Setelah mengetahui aksi tersangka, korban mengalami trauma hingga gangguan makan.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 281 ayat (1) KUHP tentang Kesusilaan. DP tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun penjara. Dalam pasal tersebut dijelaskan barang siapa sengaja merusak dimuka umum ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan. (dtc/rep)