Pasar Darurat di Kendal Senilai Rp 3,6 M Roboh Sebelum Ditempati

136 Los pasar darurat Weleri yang ambruk. (Foto: Dok Pemkab Kendal)

Kendal | Memo Jateng
Pemerintah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah telah membangun pasar sementara untuk menampung pedagang pasca kebakaran beberapa waktu lalu. Sayangnya, belum ditempati, pasar darurat itu roboh tertiup angin kencang dan hujan yang mengguyur sebagian wilayah Kendal pada Selasa (14/9/2021).

Pasar sementara Weleri yang dibangun dengan anggaran Rp 3,6 miliar tersebut terbuat dari rangkaian baja ringan dengan pondasi beton cor. Saat angin dan hujan terjadi, ada sebagian bangunan brak atau los tidak mampu menahan hempasan angin hingga roboh.

Menurut Bupati Kendal Dico M Ganinduto, akibat dari hujan disertai angin kencang itu, 136 los yang ada di blok A ambruk. “Total los yang ada di blok A, ada 412 los. 136 di antaranya roboh,” ujar Dico.

Dico menjelaskan, ada 4 blok, yaitu blok A,B, C, dan D, yang baru dibangun di pasar Weleri. Totalnya ada 1876 los dan semuanya belum ditempati. “Tidak ada korban saat kejadian, karena memang belum ditempati,” katanya.

“Kejadiannya cepat. Ada suara runtuhan, terus saya lihat bangunan dari baja ringan itu sudah roboh,” kata Muhlisun, Kepala UPTD Terminal Weleri, yang lokasinya kini dijadikan tempat pasar darurat tersebut. Ia menambahkan, saat kejadian sebenarnya belum turun hujan, tapi anginnya sudah kencang.

Sementara itu, menurut Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal Alfebian Yolanda, dari perhitungan yang sudah dilakukan timnya, ada tujuh brak yang bisa ditempati 128 yang roboh.

“Tentu kami meminta segera diganti, karena akan segera ditempati. Ini kan juga belum serah terima dari penyedia jasa konstruksi, sehingga masih menjadi tanggung jawab mereka untuk memperbaiki. Kita minta dievaluasi termasuk diperkokoh agar tidak terjadi hal yang sama setelah ditempati,” jelasnya.

Dari pantauan di lokasi, bangunan dari baja ringan tersebut bagian tiang dasarnya terhubung dengan pondasi beton berbentuk persegi yang diletakkan di lantai. Namun beton tersebut tidak ada pengait berupa baut yang mengikat ke lantai. Beberapa pondasi beton bergeser dan ada yang oleng, sehingga bangunan di atasnya jadi roboh.

Bangunan semipermanen Pasar Weleri, tutur Bupati Dico, masih dalam pemeliharaan pihak ketiga atau kontraktor dan belum menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kendal sebab belum adanya serah terima bangunan.

Semua bangunan semi permanen tersebut masih dalam tahap pengembangan dan pemeliharaan pihak ketiga selama 90 hari kerja ke depan dan dilanjutkan 180 hari kerja untuk bangunan permanennya.

“Rencananya pasar ini dapat menampung kurang lebih 2.200 pedagang Pasar Weleri yang akan direlokasi. Pembangunan pasar,” katanya.

Pembangunan semipermanen Pasar Weleri 1 tersebut dikerjakan oleh pihak ketiga, yakni PT. Aldila. Mereka direlokasi karena Pasar Weleri hangus terbakar pada insiden bencana kebakaran , November 2020 lalu.

“Akan dievaluasi ulang secara berkala, namun akan saya pastikan lagi dari pihak ketiga untuk bertanggungjawab atas hal ini dan relokasi pedagang Pasar Weleri tetap sesuai jadwal,” tegasnya

Selain itu, Bupati Dico juga minta PLT Kepala Dinas Perdagangan Alfebian Yolando untuk turun langsung melakukan pengawasan relokasi proyek Pasar Weleri Sementara tersebut. (kom/viv/rif)