2 Kebakaran Terjadi di Sragen Dalam Semalam, Salah Satunya Pabrik Mebel

Sejumlah mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar tempat penampungan serbuk kayu PT Prima Parquet di Wonosari, Sambirembe, Sragen, Sabtu (11/9/2021) dini hari. (Istimewa/Dinas Satpol PP dan Damkar Sragen)

Sragen | Memo Jateng
Dua kebakaran terjadi dalam waktu semalam di Kabupaten Sragen, Jumat (10/9/2021) hingga Sabtu (11/9/2021) dini hari.

Kebakaran pertama melanda dapur rumah Sukidi, 75, warga RT 54, Kampung Sidomulyo, Sragen Wetan, Sragen, sekitar pukul 19.30 WIB. Kebakaran dapur itu bermula ketika Sukidi memasak bekatul yang disiapkan sebagai pakan ternak. Ia kemudian meninggalkan dapur itu ke ruang depan.

Tanpa disangka, api dari tungku merembet ke tumpukan kayu bakar di dapur. Api juga membakar kandang ternak di dekat dapur itu serta membakar sebagian atap rumah tetangga. Menyadari dapurnya terbakar, Sukidi kemudian berteriak minta tolong.

Warga kemudian berdatangan menuju lokasi. Mereka berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Sragen langsung menuju lokasi begitu mendapat laporan kebakaran. Berkat kesigapan petugas damkar dan warga, api yang membakar dapur dan kandang rumah warga itu bisa dipadamkan.

“Objek yang terbakar berupa dapur, kandang, serta atap rumah tetangga. Dampaknya membuat kepanikan warga sekitar,” terang Kasi Pemadam dan Penyelamatan, Dinas Satpol PP dan Damkar Sragen, Anton Sujarwo.

Kebakaran Pabrik Mebel
Sementara kebakaran kedua melanda penampungan serbuk kayu milik pabrik mebel PT Prima Parquet di RT 03, Dukuh Wonosari, Sambirembe, Kalijambe, Sragen, pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.11 WIB. Kebakaran penampungan serbuk kayu itu diketahui oleh karyawan pabrik setempat.

Saat itu, karyawan pabrik dibuat panik saat melihat kepulan asap pekat yang keluar dari penampungan serbuk kayu itu. Untuk mencegah api merembet ke bagian lain, karyawan menghubungi Dinas Satpol PP dan Damkar Sragen. Sambil menunggu datangnya bantuan, para karyawan berusaha memadamkan api menggunakan hidran di kompleks masjid.

Tak lama kemudian, petugas damkar bersama sejumlah sukarelawan datang ke lokasi untuk membantu pemadaman si jago merah. Berkat kesigapan petugas damkar dan sukarelawan, api yang membakar penampungan serbuk kayu itu bisa dipadamkan.

“Alhamdulillah, kebakaran di penampungan serbuk kayu tidak begitu parah sehingga masih mudah untuk dipadamkan,” terang Anton. (sol/rif)

Sumber: solopos.com