Sigar Bencah Kembali Makan Korban, Truk Tangki Renggut Empat Nyawa

Rem Blong, Enam Kendaraan Dibabat

Truk tangki maut itu saat akan dievakuasi siang tadi. (Foto: tribunnews.com)

Semarang | Memo Jateng
Kecelakaan maut truk tangki yang menghantam mobil dan motor terjadi di Jalan Imam Suparto tepatnya di Sigar Bencah, Tembalang, Kota Semarang, Kamis (9/9/2021). Tabrakan maut itu mengakibatkan 4 orang tewas di lokasi kejadian.

Diduga kecelakaan maut ini disebabkan rem truk tangki blong alias tidak berfungsi. Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan, kejadian bermula ketika truk tangki melaju dari arah Tembalang. Sesampainya di jalan menurun di Sigar Bencah, tiba-tiba laju truk terlihat tak terkendali.

“Tadi kata saksi mata, truk melaju kencang, sepertinya rem blong. Akhirnya menabrak beberapa mobil dan motor. Korbannya banyak. Ada korban yang meninggal dunia,” kata Imam (24) warga Tembalang.

Peristiwa kecelakaan itu terjadi pukul 10.30 WIB. Saat itu truk pengangkut air bernomor H 1983 AY melaju dari arah atas, dan tiba-tiba pengemudi truk tidak bisa mengendalikan kendaraannya.

“Setelah tikungan truk tidak bisa menguasai kendaraannya,” kata Kasat lantas Polrestabes Semarang, AKBP Sigit di lokasi, Kamis (9/9/2021).

Truk yang melaju itu lalu menabrak kendaraan baik yang searah maupun yang berlawanan. Ada tiga mobil dari arah searah truk yang ditabrak dan dari arah berlawanan ada 4 motor yang ditabrak.

“Pertama nyenggol Agya, kemudian ke kiri, dia tembak pantul, karambol. Ada 4 mobil (termasuk truk) dan ada 4 motor,” ujarnya.

Sigit menerangkan, truk itu baru berhenti setelah terguling usai menabrak tujuh kendaraan tersebut. Akibat kecelakaan beruntun ini setidaknya ada empat orang meninggal dunia di lokasi. Tiga di antaranya merupakan seorang pria dan wanita beserta balita yang berboncengan dengan sepeda motor matik.

“Korban meninggal sampai saat ini 4 orang, salah satunya balita,” ujarnya.

Korban meninggal yang merupakan satu keluarga yaitu Nurul Huda (36), istrinya, Erna Puji Rahayu (32), dan Alif Kendra Tama (3 bulan). Mereka warga Desa Wado, Kabupaten Blora. Ketiganya mengendarai motor matik Vario bernopol K 2955 GY.

Kemudian seorang korban lainnya yaitu pengendara NMax bernopol H 5748 BBG bernama Soni Arifianto (41). Soni merupakan warga Meteseh Kota Semarang.

Salah satu saksi dan korban luka, Saiful Dedi Saputra mengatakan, saat kejadian dia sedang menjajal motor pelanggan bengkelnya dari arah bawah. Saat itu dia melihat truk hilang kendali dan mulai menabrak kendaraan yang di depannya.

“Saya langsung banting ke kiri, motor sempat kena belakang. Saya lihat langsung yang meninggal satu perempuan di tengah jalan,” ujar Saiful.

Saat ini polisi masih melakukan olah TKP dan mengevakuasi kendaraan yang ada di lokasi. Sopir truk juga langsung dibawa oleh polisi. Semetara itu, arus lalu lintas baik dari Tembalang atas atau bawah untuk sementara ditutup. Kemudian korban luka dibawa ke Puskesmas Rowosari.

Rawan Kecelakaan

Turunan Sigar Bencah Kecamatan Tembalang Kota Semarang memang dikenal rawan kecelakaan. Truk bermuatan besar rawan terguling dan rem blong saat melintasi lokasi tersebut.

Sebelum peristiwa pada Kamis (9/9/2021) pagi kecelakaan yang hampir serupa juga pernah terjadi.

Kecelakaan terjadi di turunan Sigar Bencah, Jalan Imam Soeparto, Tembalang, Kota Semarang itu pada Jumat (25/12/2020) malam. Sebuah truk tangki isi tinja terguling tepat setelah tikungan dari Jalan Banjarsari, Bulusan.

Pengemudi truk tersebut mengaku kehilangan kendali saat menukung tajam. Isi dari tangki itu tidak berceceran, namun bahan bakar solar dari truk berpelat H 8490 AA tersebut tumpah hingga berceceran di jalan.

“Saya dari Tembalang mau perjalanan ke Demak. Sudah pelan-pelan dan pasang gigi satu, namun ternyata tikungannya sangat tajam. Saya banting setir, khawatir jika mengenai kendaraan lain,” ujar Ryan Andriyanto (29).

Arus lalu lintas di jalan itu menjadi tersendat lantaran sebagian jalan tertutup truk dan tumpahan solar. Panit Lantas Polsek Tembalang, Ipda Rochmat, mengatakan bahwa truk dari jasa sedot WC tersebut akan dievakuasi menggunakan mobil derek.

“Muatannya tidak tumpah, namun solarnya berceceran sehingga ditaburi tanah kemudian disemprot agar jalan tidak licin,” ungkapnya di lokasi kejadian.

Bagi Anda yang akan berkendara melintasi turunan tersebut saat ini, harap berhati-hati lantaran masih terdapat bekas tumpahan solar. (rep/dtc/mer/rif)