Komisi D Dukung Pembangunan Bendung Gerak Kota Pekalongan

Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso bersama Kepala Bidang Penataan Sungai dan Pantai Dinas PU Sumber Daya Air dan Tata Ruyas (Pusdataru) Jateng saat berada di lokasi docking kapal banatran muara Kali Loji, Kota Pekalongan. (Foto: dprd.jatengprov.go.id)

Pekalongan | Memo Jateng
Komisi D meninjau lokasi yang rencana akan dibangun bendungan gerak pengendali banjir dan rob di Kota Pekalongan, Kamis (9/9/2022). Lokasi itu terletak di kompleks Kantor Dinas Perikanan Kota Pekalongan yang berdampingan dengan dok atau galangan kapal di bantaran muara Kali Loji.

Dalam kegiatan itu dipimpin Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso didampingi Kunarto selaku Kepala Bidang Penataan Sungai dan Pantai Dinas PU Sumber Daya Air dan Tata Ruyas (Pusdataru) Jateng.

Dalam paparannya, Kunarto menyampaikan, Pemprov Jateng akan membangun bendung gerak pengendali banjir dan rob. Pembangunannya sendiri akan dilakukan setelah kawasan tersebut sudah tidak lagi digunakan sebagai tempat perbaikan kapal. Sepanjang bantaran Kali Lojo dijadikan tempat perbaikan kapal (docking) serta menambatkan kapal oleh nelayan maupun pengusaha setempat.

Penanganan banjir dan rob tengah dilakukan pemerintah termasuk dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Koordinasi Maritim dan Investasi. Kota Pekalongan menjadi salahg satu daerah di pesisir pantur Jawa yang turut mendapatkan perhatian.

Kondisi sekarang ini, cakupan banjir dan rob di Kota Pekalongan sangat memprihatinkan. Dari tahun ke tahun luasannya semakin bertambah masuk ke kawasan permukiman.

Sementara Hadi Santoso mengemukakan, pihaknya mendukung upaya mempercepat pembangunan bendung gerak. Mengenai kendala di lapangan terutama dengan warga setempat perlu ada pendekatan dan sosialisasi kepada pihak-pihak yang bersinggungan langsung dengan pembangunan bendung gerak.

Hadi juga mengusulkan perlu dibangun galangan kapal sementara supaya masyarakat masih bisa membuka usaha perbaikan kapal.

Dari paparan Bappeda Kota Pekalongan, sejauh ini pemkot sudah komitmen untuk mencari lokasi pemindahan docking dan kapal yang tambat untuk memperlancar proses pembangunan tanggul dan bendung gerak. (humas/rif)