Ayah Bejat, Anak Sendiri Masih ABG Disetubuhi 14 Kali Selama 2 Pekan

Kapolres Pekalongan Kota AKBP M Irwan Susanto didampingi Kasat Reskrim AKP Achmad Sugeng memberi penjelasan kepada wartawan tentang kasus memalukan itu. (Foto: Istimewa)

Pekalongan | Memo Jateng
Kasus pencabulan anak dibawah umur yang terjadi di wilayah kelurahan Jenggot Kecamatan Pekalongan Selatan, sempat menggemparkan warga. Pasalnya, MR alias A (41) yang merupakan pelaku, adalah ayah kandung korban yang masih berusia 14 tahun, sebut saja Mawar.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP M Irwan Susanto didampingi Kasat Reskrim AKP Achmad Sugeng menjelaskan, kasus ini terungkap setelah korban mengeluhkan sakit pada kemaluannya kepada ibunya.

Setelah dilakukan visum, benar saja korban mengalami luka iritasi berat, akibat dugaan perkosaan. Ibu korban kemudian melaporkan mantan suaminya, yang merupakan ayah kandung korban itu, ke polisi.

Mendapat laporan , Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Sat Reskrim Polres Pekalongan Kota yang dibantu Unit 1 dan Tim Buser, langsung membekuk pelaku. Pelaku diamankan saat bersembunyi di salah satu kamar rumahnya. Saat hendak ditangkap, pelaku sempat mengelabuhi petugas dengan berpura-pura linglung.

Di hadapan penyidik, tersangka yang bekerja sebagai kuli batik tersebut akhirnya mengakui perbuatannya. Tersangka mengaku telah menyetubuhi anaknya hingga 14 kali selama 2 pekan, atau selama korban menginap di rumah pelaku pada bulan Juni lalu. Ketika itu, istri kedua dari pelaku tengah pulang kampung.

Tersangka mengakui tergoda dengan kemolekan anaknya yang beranjak remaja tersebut. Pasalnya, mereka sudah berpisah sejak korban berusia 3 tahun. Melihat situasi rumah dalam keadaan aman, tersangka kemudian memaksa korban melayani nafsu bejatnya.

“Saya tergoda melihat kemolekan tubuh anak saya sendiri yang sudah beranjak dewasa. Sehingga saya khilaf dan berbuat layaknya suami istri,” kata MR, Rabu (1/9/2021).

Untuk memuluskan aksinya, tersangka mengancam korban yang sudah berpisah dengannya sejak balita itu untuk tidak akan menjadi wali nikahnya, jika korban menikah nanti. Selain itu, tersangka juga menjanjikan akan membelikan telepon genggam untuk korban, jika korban tutup mulut.

Tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Undang-undang Perlindungan Anak, dan Pasal 289 KUHP Tentang Persetubuhan Anak Dibawah Umur, serta pasal 64 KUHP terhadap pelaku yang masih keluarga dekat dengan korban. (tri/rif)