Ogah Diajak Setubuh, Istri Cekik Suami hingga Tewas

ILUSTRASI

Serang | Memo Jateng
Dalam sepekan, peristiwa kekerasan dalam rumahtangga (KDRT) yang melibatkan suami dan istri seolah menjamur dimana-mana, dengan motif yang unik-unik dan di luar nalar. Sebagian dari keributan tersebut bahkan merenggut nyawa.

Pendek kata, ‘duel’ istri melawan suami atau sebaliknya, sepertinya tengah menjadi tren di negeri ini di tengah wabah Corona.

Di Banjarnegara, Jawa Tengah, misalnya, pembunuhan sadis terjadi di Desa Bakal, Kecamatan Batur, Minggu (29/8/2021). Seorang perempuan bernama Yohana (21), warga setempat, diduga dihabisi suaminya sendiri, Rendi. Peristiwa itu terjadi di gang masuk desa, saat korban pulang kerja sekitar pukul 15.00 WIB.

Terakhir, perseteruan pasutri ini terjadi Kota Serang, Banten. Seorang pria, Asni (55), ditemukan tewas di kediamannya di Kampung Masigit Lor, Kelurahan Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Selasa (31/8). Ia dibunuh istrinya sendiri, W (56), gegara W menolak berhubungan intim dengan suaminya tersebut.

Fakta itu diungkap oleh Kapolres Serang Kota AKBP Maruli Ahilles Hutapea. Menurut AKBP Maruli, pelaku menolak diajak berhubungan dengan dalih khawatir status hubungannya sudah tidak sah. Sebabnya pelaku sempat berpisah dengan korban selama 8 tahun untuk bekerja di Arab Saudi.

“Korban ngajak terlapor berhubungan suami istri dan terlapor ini menolak dengan alasan sempat pisah 8 tahun. Terlapor beralasan mau nanya dulu ke ustaz, ke kiai biar sah hubungannya,” kata Kapolres Serang Kota AKBP Maruli Achiles Hutapea saat menyampaikan keterangan pers pengungkapan kasus tersebut, di Mapolres Serang Kota.

Menurutnya, korban emosi akibat ajakannya ditolak pelaku, sehingga korban pun menarik lengan pelaku untuk dibawa ke kamar. Tetapi, perbuatan korban justru mendapat perlawanan pelaku yang sempat mendapat kekerasan dari korban.

“Korban menarik tangan terlapor untuk diajak ke kamar, terlapor tetap menolak. Kemudian tangan terlapor ditarik dan digigit oleh korban. Ia kemudian mendorong badan korban ke arah tembok sambil mencekik leher korban sekitar 15 menit. Sampai korban meninggal,” kata AKBP Maruli.

Menurut Maruli, pengungkapan kasus tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan dan olah TKP, sehingga diketahui bahwa istri korban merupakan pelaku tewasnya korban.

Bahkan, lanjut AKBP Maruli Achikes Hutapea, dalam pemeriksaan yang dilakukan, pelaku pun mengakui segala perbuatannya yang mengakibatkan meninggalnya korban.

“Dalam rumah tersebut kami temukan ada seorang wanita, dan dia adalah istri korban. Dari hasil pemeriksaan dan barang bukti yang ditemukan, di jari kuku pelaku itu ada bercak darah. Nanti kami cek ke lab untuk memastikan apakah darah itu milik korban,” kata AKBP Hutapea.

“Motif sementara hanya cekcok dalam rumah tangga,” katanya menambahkan.

Saat ini, pelaku W sudah mendekam di ruang tahanan Mapolres Serang Kota guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku disangkakan dengan Pasal 44 ayat (1) dan (3) UU No. 23 Tahun 2003 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Terlapor terancam pidana maksimal 15 tahun penjara,” katanya pula. Semoga peristiwa memilukan ini tidak ditiru oleh siapapun. (sua/rip)