JokPro Pemalang Dukung Jokowi-Prabowo, Jokowi Pernah Tegas Menolak Masa Jabatan Presiden 3 Periode

Foto: bbc.com

Pemalang | Memo Jateng
Komunitas Jokpro di Kabupaten Pemalang mendeklarasikan diri. Mereka sekaligus mendeklarasikan dukungan kepada Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto untuk dipasangkan menjadi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden di Pemilu 2024.

Melalui keterangan tertulisnya, Koordinator JokPro 2024 Regional Jawa Tengah Ichrom Setiyo Wibowo mengungkapkan, gagasan ini muncul untuk menyatukan kembali masyarakat yang sempat terpecah akibat pilpres dua periode sebelumnya.

“Saya rasa ide atau gagasan Jok-Pro 2024 sangat bagus untuk beberapa tahun yang akan datang,” ujar Ichrom, Minggu (29/8).

Koordinator JokPro 2024 Kabupaten Pemalang, Winarno menambahkan, komunitas ini sebagai wadah para pendukung dua tokoh tersebut. Para pendukung bersatu untuk menyukseskan Jokowi dan Prabowo di Pemilu 2024. “Mulai sekarang, kita bersatu untuk Indonesia,” tegasnya.

Kelompok yang mengatasnamakan diri Komunitas Jokowi-Prabowo 2024 atau disingkat Jokpro muncul di tengah ramainya bursa kandidat capres 2024. Mereka juga merencanakan akan menggelar syukuran atau peresmian Sekretariat Nasional Jokpro 2024.

Penasihat Jokpro, M Qodari menjelaskan terkait latar belakang komunitas tersebut. Dia bilang, dipasangkannya Jokowi-Prabowo agar tidak terjadi polarisasi masyarakat seperti Pilpres 2019.

“Pengagas pertama saya, karena saya melihat masalah polarisasi di tahun 2024 itu kecenderungannya akan semakin menguat, lebih kuat dibandingkan 2014 dan 2019. Solusinya menggabungkan dua tokoh merupakan representasi terkuat masyarakat Indonesia yaitu Prabowo dan Jokowi, Jokowi dan Prabowo sehingga polarisasi itu tidak terjadi,” katanya lewat pesan suara, Jumat (18/6), seperti dilansir merdeka.com.

Qodari menyebut, gagasan Jokpro ini mendapatkan respons positif dari salah satu komunitas simpatisan Jokowi yang beranggotakan Baron Danardono. Kini Baron menjadi ketua komunitas Jokpro 2024 ini.

“Kemudian gagasan ini juga resonansi dengan kalangan muda aktivis muda di antaranya Timothy Ivan alumnus fakultas hukum Unika Atmajaya Jogja jaringan mahasiswa yang ngundang saya berbicara di kampus mereka dan hasil konsolidasinya terbentuk organisasi Jokpro 2024 ini,” tuturnya.

Ketua Umum Komunitas JokPro 2024, Baron Danardono menyebutkan, dukungan dari Kabupaten Pemalang ini menambah keyakinan jika gerakan yang dipimpinnya dapat terwujud. Awalnya, dia sempat meragukan.

“Tetapi kami bersyukur sekarang masyarakat mulai menerima ide dan gagasan yang kami sampaikan. Kami yakin dan percaya, memberikan periode ketiga bagi Jokowi bukan untuk kepentingan segelintir orang saja, tetapi memang berasal dari masyarakat yang merasakan secara langsung dampak kepemimpinan Jokowi,” ucap Baron.

Presiden Jokowi Tegas Menolak
Isu masa jabatan presiden tiga periode muncul seiring dengan wacana amandemen UUD 1945. Santer beredar dukungan agar Jokowi kembali maju dalam Pilpres 2024.

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman pernah menegaskan, Presiden Joko Widodo tegas menolak masa jabatan Presiden tiga periode. Dia mengatakan, Presiden Jokowi patuh terhadap Undang-Undang Dasar 1945.

“Mengingatkan kembali, Presiden Joko Widodo tegak lurus konstitusi UUD 1945 dan setia terhadap Reformasi 1998. Sesuai Pasal 7 UUD 1945 amandemen ke-1 bahwa, ‘Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan’,” kata Fadjroel kepada merdeka.com, Sabtu (19/6).

Fadjroel menyebut, penegasan Presiden Jokowi menolak wacana presiden 3 periode disampaikan pada tanggal 12 Februari 2019. Ada tiga hal yang disampaikan Jokowi terkait jabatan presiden tiga periode.

“Ada yang ngomong presiden dipilih 3 periode itu, ada 3 (motif) menurut saya. Satu, ingin menampar muka saya, yang kedua ingin cari muka, padahal saya sudah punya muka, yang ketiga ingin menjerumuskan. Itu saja,” kata Fadjroel menirukan Jokowi. (mer/rat/rip)