Polres Tegal Siapkan 18.900 Dosis Vaksin Moderna, Vaksin Digelar 3 Hari

Seorang warga disuntik vaksin di Pasar Trayeman oleh petugas Puskesmas Slawi. (Foto: setda.tegalkab.go.id)

Slawi | Memo Jateng
Setelah sukses mencapai target program serbuan vaksinasi bersama TNI Angkatan Laut selama dua hari, kini giliran Polres Tegal menggelar serbuan vaksinasi Operasi Merdeka Candi dengan menyiapkan 18.900 dosis vaksin moderna.Adapun, pelaksanaannya berlangsung selama tiga hari, 28-30 Agustus 2021.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Hendadi Setiaji, Minggu (29/8/2021). Disampaikan Hendadi, tempat pelaksanaan vaksinasi yang bekerjasama dengan Pemkab Tegal ini akan tersebar di 29 Puskesmas se-Kabupaten Tegal dan klinik kesehatan Polres Tegal di Kota Slawi.

Hal ini bertujuan untuk mendekatkan masyarakat pada fasilitas layanan kesehatan. Adapun untuk prosedur vaksinasi, warga bisa mendatangi Puskesmas terdekat pada tanggal 28-30 Agustus 2021 mulai pukul 08.00-11.30 WIB atau desa-desa yang ditunjuk sebagai tempat pelaksanaannya.

“Memang untuk tempat pelaksanaan dan pendaftaran vaksinasi bisa berbeda antara satu Puskesmas dengan yang lainnya karena menyesuaikan kesepakatan dengan pihak Polsek (kepolisian sektor), kantor kecamatan, dan pemerintah desanya,” jelas Hendadi.

Pihaknya, lanjut Hendadi, mendapat alokasi penyuntikan vaksin Moderna selama tiga hari sebanyak 18.270 dosis.

Perhitungannya, masing-masing Puskesmas setiap harinya akan mendapat 15 vial vaksin yang masing-masing vial berisi 14 dosis. Sehingga selama tiga hari, satu unit Puskesmas akan melayani 630 orang dan jika dikalikan 29 Puskesmas maka akan ada 18.270 orang yang terlayani.

“Selebihnya, 630 dosis vaksin ada di klinik kesehatan Polres Tegal untuk melayani warga Slawi,” lanjut Hendadi.

Sebelum dilakukan penyuntikan vaksin, peserta akan diperiksa kondisi kesehatannya terlebih dahulu untuk mengantisipasi terjadinya risiko pasca penyuntikan. Upaya pemantauan juga akan dilakukan beberapa saat usai peserta mendapat suntik vaksin Moderna untuk melihat efek samping vaksin sekaligus penanganan lanjutan bilamana timbul kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

Lebih lanjut Hendadi mengungkapkan jika vaksin Moderna ini merupakan vaksin Covid-19 berbasis message RNA atau mRNA yang tidak menggunakan virus corona yang dilemahkan atau dimatikan, melainkan komponen materi genetik yang direkayasa agar menyerupai virus tersebut.

Sehingga penyuntikan vaksin Moderna untuk membentuk imun tubuh ini, sambung Hendadi, berpotensi menimbulkan KIPI seperti demam, nyeri otot, mengantuk, hingga badan lemas. Namun, persentase kejadiannya boleh dibilang kecil dan menurutnya itu hal yang lumrah sebagai reaksi tubuh saat terjadi proses pembentukan antibodi.

Meski demikian, untuk mengantipasi hal tersebut, pihaknya telah menyediakan obat-obatan pasca penyuntikan vaksin. Ia pun minta agar pemantauan kepada penerima vaksin tersebut bisa dilakukan secara terkoordinir antara bidan desa, ketua RT, ketua RW, kepolisian sektor dan Korami melalui kanal informasi pengaduan KIPI.

Wakapolres Tegal Kompol Didi Dewantoro menuturkan, pihaknya menargetkan serbuan vaksinasi Operasi Merdeka Candi bisa selesai seluruhnya di bulan Agustus 2021. Menurut Didi, hal tersebut untuk memaksimalkan penyebaran vaksin secara efektif di masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono, mengimbau agar forum koordinasi pimpinan kecamatan dan Puskesmas bisa saling berkoordinasi terkait pelaksanaan dan pemantauan pasca vaksinasi dipelaksanaan Operasi Merdeka Candi. (tri/rip)