Kasus Menurun, RSUD Kardinah Tegal Kembali Layani Pasien Non-Covid-19

RSUD Kardinah Tegal. (Foto: halodoc.com)

Tegal | Memo Jateng
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kardinah Kota Tegal, Jawa Tengah kembali melayani pasien non-Covid-19. Plt Direktur RSUD Kardinah drg. Agus Dwi S mengatakan, RSUD sebelumnya lebih fokus melayani pasien Covi-19 di tengah kasus yang terus melonjak sejak Januari-Juli 2021.

“Karena jumlah pasien Covid-19 sudah sangat menurun. Sejak Agustus ini kita kembali fokus menerima pasien non-Covid-19,” kata Agus didampingi Kabag Umum Heri Eko saat konferensi pers di RSUD setempat, Senin (23/8/2021).

Agus mengatakan, pasien Covid-19 yang masih dirawat berjumlah tujuh orang. Sebanyak dua pasien di ICU, dan lima lainnya di ruang isolasi. RSUD Kardinah juga mengurangi bed isolasi pasien Covid-19 yang bisa digunakan untuk merawat pasien lain. Dari semula 255 bed isolasi Covid-19 dikurangi menjadi 88 bed, dengan 77 di antaranya digunakan ruang isolasi biasa dan 11 ruangan ICU.

“Karena jumlah pasien Covid-19 sudah sangat menurun tinggal 7 pasien per hari ini. Atau dari 11 ruang ICU terisi 2 pasien, kemudian dari 77 bed isolasi tinggal 5 pasien,” kata Agus.

Agus mengatakan, pada Januari 2021 telah merawat 129 pasien Covid-19. Kemudian di Februari 54 pasien, Maret 38 pasien, April 22 pasien, dan di bulan Mei 47 pasien. Jumlah pasien Covid-19 terus meningkat di bulan Juni ada 330 pasien, dan puncaknya pada bulan Juli ada 502 pasien.

“Sedangkan di bulan Agustus sampai pekan ketiga total ada 29 pasien yang dirawat dan saat ini tinggal tujuh pasien Covid-19,” kata Agus.

Agus mengatakan, 40 persen pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD merupakan warga Kota Tegal. Sementara sisanya dari daerah sekitar seperti Kabupaten Tegal dan Brebes. Karena kasus Covid-19 melandai, RSUD menyiapkan ruang perawatan dan membuka seluruh klinik pasien non-Covid-19.

“Kami menyadari orang sakit tidak hanya Covid, sehingga tetap melayani non-Covid. Namun saat Agustus kasusnya mulai melandai maka kita segera menyesuaikan agar pasien non-Covid bisa diberikan perhatian lebih. Namun tanpa mengabaikan pasien Covid,” kata Agus.

Agus mengaku akan membuka layanan fasilitas laboratorium untuk tes PCR yang rencananya akan beroperasi mulai September mendatang.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kardinah dr Nurmilawati berharap, dengan kembali menerima pasien non-Covid-19, RSUD bisa kembali ke fungsinya sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Jateng bagian barat.

“Karena kita memang ada beberapa layanan unggulan. Misal fasilitas cath lab jantung akan bisa aktif lagi. Termasuk layanan kemoterapi, dan rawat inap pasien jiwa,” pungkasnya. (kom/rip)