Disindir karena Ogah Patungan Miras, Kenthos Bacok Teman hingga Tewas

Tersangka Kenthos (tengah) saat dibawa ke hadapan awak media, beserta barang bukti kejahatannya. Konferensi pers dipimpin Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria (kiri). (Foto: fir/Memo Jateng)

Kajen | Memo Jateng
Gara-gara tersinggung karena dianggap pelit tak mau patungan untuk membayar miras, AI alias Kenthos (27) mencabut celurit dan menebas kawannya sendiri, AU (25), hingga meregang nyawa.

Kasus tindak pidana pembacokan dan penganiayaan tersebut diungkap oleh Polres Pekalongan dalam konferensi pers yang digelar Senin (16/8/2021), di Mapolres Pekalongan.

Kejadian bermula saat Kenthos dan kawan-kawannya menggelar pesta miras di Desa Pegandon, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, Selasa (10/8/2021), sekitar pukul 22.30 WIB.

Di tengah buncah tawa dan kepul asap rokok, mereka menyadari alkohol akan segera ludes. Saat itu, AU dan yang lain memutuskan untuk membeli lagi dengan cara patungan. Nah, AI alias Kenthos inilah satu-satunya yang tidak mau keluar duit.

Kesal, AU melontarkan sindiran: “Kowe angel diajak patungan, mesti ra tau duwe duit. Kowe ngegem” (kamu sulit diajak patungan, pasti nggak pernah punya uang).

Kontan Kenthos naik pitam. Ia merasa diremehkan dan kemudian menyerang AU. Tak ayal terjadi perkelahian antarkeduanya. Kawan-kawannya mencoba melerai dan mengusir mereka agar pulang.

Dua orang yang sama-sama naik pitam itu pun melenggang pulang, namun Kenthos punya rencana jahat berikutnya. Masih dikuasai setan, ia berlari kecil menuju rumahnya dan mengambil celurit. Dengan napas memburu ia mencegat AU.

Tak pelak terjadi perkelahian babak kedua di jalanan yang lebih dahsyat. Celurit pun disabetkan membabi buta. AU mengalami luka serius pada jari tangan dan lengan kiri. Karena mengalami pendarahan hebat, nyawanya tak tertolong.

Bukannya menyerahkan diri setelah membunuh teman, Kenthos malah ngibrit melarikan diri ke luar kota. Terang saja ia diburu oleh Tim Resmob Sat Reskrim Polres Pekalongan. Hasilnya, Rabu (11/8/2021) sekitar pukul 12.00 WIB ia berhasil dibekuk di Desa Wonokerto, Bandar, Kabupaten Batang.

“Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolres Pekalongan guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut. Tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP Subsider Pasal 361 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun,” kata Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria.

Adapun barang bukti yang diamankan yakni 1 potong kaos lengan pendek warna merah maroon milik tersangka, 1 potong jaket boomber warna hitam dengan kondisi robek milik korban, 1 bilah celurit, 1 buah sepeda motor Honda Supra warna hitam milik Korban. (fir/rif)