Garong Spesialis Kabel Tembaga Pabrik-PLTU Dibungkus Polisi di Tegal

Komplotan perampok spesialis kabel tembaga diringkus Polres Tegal, Jawa Tengah. (Foto: puskapik.com)

Tegal | Memo Jateng
Komplotan perampok spesialis kabel tembaga diringkus Polres Tegal, Jawa Tengah. Komplotan perampok yang terciduk usai beraksi di pabrik garmen ini ternyata sudah beraksi di beberapa kota.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (24/7) lalu di salah satu pabrik garmen di area Tegal. Kala itu para tersangka yakni Muadi Susandi, Toni, Jaka dan Ahmad Suwutu, masuk ke area pabrik dengan cara memanjat tembok.

“Saat beraksi di pabrik garmen, para pelaku membawa kabur kabel tembaga seharga sekitar Rp 100 juta dan mengambil uang di brankas sebesar Rp 3,5 juta,” terang Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa’at saat jumpa pers di kantornya, Selasa (10/8/2021).

Arie menyebut para pelaku menodong sekuriti pabrik dengan senjata airsoft gun dan sempat menyekap tiga korban. Kaki dan tangan ketiga korban diikat menggunakan tali dan mulut korban ditutup lakban.

Saat beraksi, para tersangka membagi perannya masing-masing ada yang berperan sebagai pengawas, penyekap korban, dan sopir. Setiap beraksi komplotan ini selalu mengincar kabel tembaga.

Dari penyelidikan polisi para tersangka ini akan beraksi lagi di wilayah Kabupaten Tegal. Aksi para tersangka digagalkan dan mereka disergap di Jalan Ahmad Yani, Slawi, Kabupaten Tegal.

“Para tersangka ini akan beraksi lagi di Tegal. Namun tercium oleh anggota kami, sehingga dilakukan penyergapan di Jalan A Yani Slawi pada 5 Agustus 2021 lalu,” kata Arie.

Kepada polisi, para tersangka mengaku sudah beraksi di Majalengka dan Cirebon. “Para tersangka juga beraksi di Cirebon dan Majalengka. Di Cirebon di PLTU Kanci. Modus dan sasaran sama, kabel tembaga,” ujar Arie.

Selain meringkus empat tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yakni satu unit mobil yang dipakai untuk operasional, dua buah senjata airsoft gun, dua buah gunting besi, dua linggis, tali tambang, tali sling, obeng dan lakban.

“Para tersangka dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, ancaman hukuman maksimal 12 tahu,” tegas Arie.

Sementara itu, salah satu tersangka Muadi, mengaku saat beraksi di Tegal mendapat bagian Rp 1,5 juta.

“Kami sudah beraksi tiga kali, di Tegal dan Cirebon serta Majalengka, yang kami cari kabel tembaga. Saya sudah pernah mendapat bagian Rp 1,5 juta dari hasil penjualan kabel tembaga,” aku Muadi di kesempatan yang sama. (9dtc/rea)