ABG Temanggung Mencekik Leher PSK Online Semarang hingga Tewas Setelah Bersetubuh di Kos Mewah

Sosok pelaku yang masih berusia belia tetapi sadis. (Foto: detikcom)

Semarang | Memo Jateng

Pelaku pembunuhan wanita di Kota Semarang awal Juli lalu kini sukses dibekuk jajaran kepolisian. Yang mencengangkan, pelakunya ternyata seorang remaja 17 tahun! Lebih membuat geram, pria yang baru baru akhil baliq ini juga pernah berusaha menghabisi perempuan lain sebelumnya!

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, pelaku berinisial GD (17), warga Tuksari, Kledung, Temanggung.

Sebelum kejadian, GD dan korban yang bernama Raras Kurnia Dewi (29), warga kebumen, berkenalan di Facebook, dan sepakat berkencan dengan tarif Rp 300 ribu pada 2 Juli 2021. Kencan pun dilakukan di kamar nomor 36 kos R di Jalan Jogja, Kota Semarang.

“Pelaku punya modus mengajak wanita berkencan dan kenalan melalui media sosial kemudian setelah kenalan yang bersangkutan mengajak kencan kemudian diakhiri dengan melakukan kekerasan ke korban dan ambil properti korban,” kata Irwan di Mapolrestabes Semarang, Jumat (6/8/2021).

Sejak awal ternyata GD yang mengaku tak lulus SD ini memang mengincar barang-barang korban. Maka, setelah menyalurkan hasrat, ia mencekik leher korban hingga tewas. Pelaku kabur membawa barang korban seperti ponsel dan cincin, kemudian mengunci pintu dari luar dan membuang kuncinya.

“(Setelah pelaku) Yakin korban meninggal, (korban) ditelentangkan dan wajah ditutupi bantal memberikan kesan korban meninggal karena kehabisan napas. Tersangka kemudian mengambil properti korban dan mengunci dari luar kemudian kunci dibuang,” jelasnya.

Mayat Ditemukan 3 Hari Kemudian

Jenazah korban ditemukan penjaga kos 3 hari setelahnya atau tanggal 5 Juli 2021 ketika bau busuk tercium dari kamar. Tim Resmob Polrestabes Semarang kemudian mengusut kasus ini dan menangkap pelaku di Wonosobo pada Rabu (4/8) lalu.

“Pelaku berinisial GD ini ditangkap Resmob Polrestabes Semarang dua hari lalu. Masih di bawah umur,” tandas Irwan.

Setelah dibekuk, diperoleh fakta bahwa sehari sebelum membunuh R, GD juga melakukan aksi serupa di Wonosobo. “Kasus di Wonosobo di luar perkiraan yang bersangkutan karena korban tidak meninggal,” ujarnya.

Irwan memaparkan, upaya percobaan pembunuhan di Wonosobo yang dilakukan oleh GD juga mirip dengan dengan cara yang dia lakukan terhadap korban R yang dibunuhnya di kamar indekos di Semarang.

Kedua korban, baik yang di Wonosobo maupun yang di Semarang, lebih dulu diajak kenalan lewat media sosial lalu diajak janjian kencan untuk bisa bertemu. Pada saat bertemu itulah GD melancarkan aksinya kepada korban.

Korban yang di Wonosobo berhasil lolos dari maut. Namun Irwan tidak menjelaskan lebih rinci kronologi kejadian di Wonosobo hingga korban bisa terhindar dari maut.

“Kesimpulan sementara bahwa ini memang modus. Jadi modus untuk menguasai properti atau barang orang lain,” tegas Irwan.

Kini GD dijerat pelanggaran Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (tri/dtc/tin)