Solar Langka, Nelayan di Kendal Tak Bisa Melaut

Ratusan jerigen milik nelayan mengantre di SPBN Dermaga Bandengan Kendal. (Foto: iNews.id)

Kendal | Memo Jateng

Kelangkaan solar terjadi di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Akibatnya, nelayan kecil tak bisa melaut karena kehabisan bahan bakar. Ratusan jerigen milik nelayan terpaksa mengantre panjang untuk mengisi bahan bakar solar di stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) Dermaga Bandengan, Kendal, Jumat (6/8/2021).

Sudah sebulan pasokan solar ke SPBN ini tersendat. Kelangkaan solar ini membuat nelayan dibatasi pembeliannya hingga 50 persen. Untuk bisa melaut  nelayan harus mengantre selama sepekan untuk bisa mendapatkan jatah solar karena pembelian dibatasi. Jika biasanya  jatah BBM 50 liter, namun hanya dijatah maksimal 20 liter.

Nelayan asal Bandengan Jumadi mengaku sudah mengantre tiga jam dan hanya mendapatkan 20 liter solar. Dia mengatakan, selama solar langka banyak menganggur sehingga untuk menutup kebutuhan hidup harus pinjam di warung.

“Sudah lama pak, ini sudah seminggu. Yang kemarin-kemarin ngantre sebulan. Setiap pembelian biasanya dapat 50 liter, sekarang hanya 20 liter. Sekarang sulit solar,” kata Jumadi, seperti dituturkan kepada iNews.id

“Dengan solar langka ini penghasilan turun. Kalau beli harus menunjukkan surat. Kalau nggak pakai surat tidak dilayani,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Jamal. Menurutnya, dengan kelangkaan solar, penghasilan nelayan turun hingga 80 persen. Pasalnya tidak bisa melaut tiap hari melainkan tiga hari sekali.

Sebelum solar langka penghasilan nelayan rata-rata Rp500.000, namun kelangkaan solar membuat  penghasilan nelayan paling hanya bisa untuk makan sehari.

“Biasanya melaut satu hari pulang, sekarang cuma setengah hari. Penghasilan berkurang karena bahan bakar sulit. Jadi sedih dan nggak semangat,” katanya.

Petugas SPBN Bandengan Maskuri mengatakan kelangkaan solar disebabkan pasokan dari Pertamina terlambat. “Kalau harga tidak ada kenaikan, namun karena pasokan terlambat sehingga para nelayan harus mengantre,” katanya.

Dia mengatakan, untuk jatah solar tidak ada pengurangan sekali kirim Rp16.000  liter cuma ada keterlambatan pasokan dari Pertamina. Sementara jika nelayan membeli di SPBU tidak diperbolehkan dan harus membawa surat pengantar agar bisa dilayani. (inew/tin)