Ngaku Anggota KP2KKN Peras Para Saksi Korupsi, Dibekuk di Pekalongan

0 7
Pemerasan di Pekalongan. (Foto: @pekalonganinfo)

Kajen | Memo Jateng

Rabu (21/7), Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan membekuk Haris Prajoko (38), warga Desa Kauman, Comal, Kabupaten Pemalang.

Dikutip dari Instagram @pekalonganinfo, pelaku digrebek tim penyidik di rumah Tamrin, warga Desa Bojong Minggir, Kecamatan Bojong, Pekalongan. Saat itu, Haris sedang menunggu pemberian uang sebagai transaksi untuk menghentikan kasus korupsi Tuker Guling Exit Tol.

Dalam aksinya itu, Haris diduga mengelabuhi para saksi kasus korupsi Tuker Guling Exit Tol dengan mendatangi rumah dua orang saksi, yaitu Teguh dan Tamrin, yang sebelumnya diduga ikut menikmati uang dari kasus korupsi tersebut.

Dalam menjalankan aksinya, Haris mengelabui para saksi kasus Korupsi Tuker Guling Exit Tol dengan mengaku sebagai anggota LSM Komisi Penyidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KKN).

Setelah itu, Haris kemudian meminta uang kepada Teguh sebesar Rp 12,5 juta dengan mengancamnya sebagai tersangka. Dengan ancaman yang sama pula, ia meminta uang kepada Tamrin sebesar Rp 10 juta. Sehingga total uang yang diterima pelaku adalah Rp 22,5 juta lebih.

“Saya kenal para korban melalui seseorang. Setelah saya temui dan saya desak akhirnya mereka memberikan uang. Uang sebesar Rp 20 juta lebih itu saya gunakan untuk judi, mabuk, beli kambing, dan saat ini sisa Rp 200 ribu,” kata Haris dikutip dari Instagram @pekalonganinfo.

Sementara itu Teguh, yang juga mantan perangkat Desa Bojong Minggir, mengaku dikenalkan pada Haris oleh Kepala UPT Pasar. Karena dia datang dengan menawarkan diri untuk menyelesaikan perkara, Teguh langsung percaya pada Haris.

“Awalnya saya kasih Rp 3 juta, kemudian Rp 7 juta. Selain itu pelaku minta tambahan lagi dan belum saya kasih,” kata Teguh, Kamis (22/7).

Setelah adanya laporan tentang kasus tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan langsung memerintahkan Tim Penyidik untuk melakukan penangkapan kepada pelaku. Mereka langsung bergerak ke kediaman Tamrin dan menangkap pelaku. Usai diminta keterangan, pelaku langsung diserahkan ke pihak kepolisian.

“Kita bawa ke Kejaksaan untuk sementara dan kita minta keterangan dalam. Saat ini pelaku masuk ke tindak pidana umum. Kemudian kita serahkan ke Polres Pekalongan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terang Kasi Pidsus Kejari Pekalongan, Evan Adhi Wicaksana. (IG/rea)

Leave A Reply

Your email address will not be published.