Komplotan Maling Spesialis Mobil Bak Terbuka Digulung Polisi Tegal

0 1
Komplotan maling mobil bak terbuka saat digelandang di Polres Tegal. (Foto: iNews)

Slawi | Memo Jateng

Jajaran Satreskrim Polres Tegal menangkap komplotan pencuri spesialis mobil bak terbuka dan penadahnya,  Kamis (22/7/2021). Ketiga tersangka curanmor ditangkap usai menjalankan aksinya di Desa Tuwel, Kecamatan Bojong.

Penadah ditangkap di Jakarta setelah dilakukan pengembangan dari ketiga tersangka yang telah ditangkap terlebih dahulu.

Ketiga tersangka curanmor yakni MS (52), warga Tangerang Banten, HM (33) warga Jatinegara Tegal dan YA (55) warga Pemalang.

Modus pelaku yakni mencuri mobil bak yang tengah diparkir pemiliknya pada dini hari dan dijual dalam bentuk onderdil copotan oleh penadah.

Tersangka MS mengaku telah melakukan pencurian mobil bak sebanyak enam kali di lokasi berbeda di Kabupaten Tegal. Dia dan komplotannya menggunakan kunci leter T untuk membuka pintu mobil dan soket khusus untuk menyalakan mobil.

“Mobil dibawa ke rumah terus saya bongkar, dijual secara online ke grup Facebook. Semua onderdil dijual terpisah, termasuk mesin. Dijual Rp 10 juta tergantung tahun dan kondisi,” kata MS, tersangka.

Sementara penadah hasil kejahatan ketiga tersangka yakni MAG (31) warga Bogor mengaku membeli enam mobil bak hasil curian dengan cara menjual dalam bentuk onderdil copotan. Tersangka MAG lalu mengiklankan onderdil copotan tersebut melalui media sosial.

Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafaat mengatakan, modus ketiga pelaku curanmor yakni dengan cara mengintai mobil bak yang diparkir ditempat sepi pada dini hari.

Dengan menggunakan Xenia B 1070 WON, ketiga pelaku berkeliling mencari target. Salah seorang pelaku lalu membuka pintu mobil menggunakan kunci T dan memotong kabel kontak untuk disambungkan dengan soket khusus yang sudah dipersiapkan untuk menyalakan mobil. Sementara pelaku lainnya dan seorang pengemudi mengawasi dari jauh.

“Sebanyak tiga pelaku ditangkap. Untuk mobil yang diincar adalah bak terbuka. Modus mereka melakukan pencurian dengan kunci leter T,” kata Kapolres.

“Untuk masuk ke dalam mobil, mereka menggunakan alat memotong kabel utama yang bisa menyalakan kendaraan. Sehingga mobil bisa dinyalakan tanpa kunci,” katanya.

Dia mengatakan, setelah melakukan kejahatan, para pelaku membawa mobil tersebut ke Jakarta untuk dikirim kepada penadah. “Sampai di Jakarta, mobil tersebut dijual secara terpisah. Mesin, spare part dan lainnya semua dipisah untuk dijual,” ujarnya.

Onderdil copotan dari setiap mobil hasil curian tersebut dijual dengan harga 10 juta rupiah. Dari tangan penadah polisi menyita puluhan barang bukti kunci T, berbagai ukuran, soket kontak dan sejumlah onderdil copotan.

Polisi juga menyita sebuah mobil Daihatsu Xenia yang digunakan ketiga pelaku untuk mencari targetnya. Ketiga pelaku pencurian terancam hukuman lima tahun penjara sedang penadahnya terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (inew/rea)

Leave A Reply

Your email address will not be published.