Tega Bakar Kawan Sendiri, Polisi Sampai Gelar Sayembara Berhadiah Rp 5 Juta untuk Meringkusnya

0 5
Pejabat Desa Simo, Bintang Alfatah (kiri) dibakar oleh seorang pria berinisial MYN (kanan) yang kini masih buron. (Foto: Dokumen Polsek Sumo/TribunSolo.com)

Boyolali | Memo Jateng

Sayembara berhadiah uang Rp 5 juta diadakan Polres Boyolali. Sayembara tersebut digelar untuk mencari tersangka pembakar Perangkat Desa Simo, Boyolali.

Pelaku bernama Maryono (50) alias Dogol, masuk dalam DPO. Maryono alias Dogol nekat membunuh Muhammad Bintang Al Fatah (50), teman bisnisnya, hanya gara-gara menanyakan tanah dan bangunan yang ia beli lima tahun lalu kepada pelaku

Sayembara itupun viral di media sosial. Dalam Sayembara itu, terdapat kop KEPOLISIAN DAERAH JAWA TENGAH RESOR BOYOLALI Jl. Singoprono Utara Kode Pos 57377. Di bagian tengah sayembara terdapat tulisan TERSANGKA, yang lengkap dengan foto seorang pria terduga tersangka.

Pada keterangan sayembara itu, bertuliskan:

NAMA : MARYONO als. DOGOL

UMUR : 50 TAHUN

AGAMA : ISLAM

PEKERJAAN : SWASTA

ALAMAT : DK. TEMPURAAN RT.15/05, DS. SIMO, KEC. SIMO KAB. BOYOLALI

PASAL : 187 AYAT (2) YO 351 KUHP

HUB. NOMOR : 081393900932

Postingan tersebut diunggah oleh akun Facebook ‘Agus Niamalhamin’, Sabtu (17/7/2021) pukul 13.00 WIB. Postingan tersebut dengan tulisan ‘DPO yang satu ini sampai sekarang belum ketemu (sdh 21 hari). Monggo siapa saja boleh ikut sayembara ini dengan kronologi telah membakar tubuh kakak saya (Muh. bintang Al Fatah [Kadus Simo] ) sampai dirawat di RSUD Simo 5 hari kemudian Kakak saya meninggal dunia. Tlg teman-teman FB utk bantu posting’

Saat dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Simo, Aiptu Budiarto membenarkan adanya sayembara itu. “Kami membuat sayembara tersebut agar masyarakat dapat memberikan informasi terhadap tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang,” ungkap Budi, Minggu (18/7/2021).

Budi mengatakan sayembara tersebut dibuat sejak seminggu yang lalu. Dalam sayembara pertama masyarakat yang dapat memberikan informasi keberadaan tersangka awalnya akan diberikan imbalan Rp 3 juta.

“Kemarin saya naikan imbalan tersebut menjadi Rp 5 juta,” ujar Budi.

Dia mengaku dalam proses pencarian tersangka mengalami kendala-kendala. Salah satunya tersangka melarikan diri tanpa membawa alat komunikasi dan tersangka sudah sering hidup merantau.

“Bagi masyarakat yang mengetahui informasi dan keberadaan tersangka harap menghubungi saya atau pihak kepolisan setempat,” pungkasnya.

Kirim Pesan WhatsApp

Sebelum korban perangkat Desa Simo, Boyolali dibakar, ternyata pelaku sempat mengirimkan pesan lewat WhatsApp (WA). Pelaku meminta korban datang sendiri ke rumah yang dia tinggali tersebut.

Adik almarhum Agus Ni’am mengatakan, korban mendapatkan pesan WhatsApp (WA) dari pelaku untuk mengajak bertemu secara baik-baik, Sabtu (26/6/2021). “Isinya dari chat tersebut meminta korban untuk datang ke TKP tanpa mengajak siapa-siapa,” kata Agus, Kamis (1/7/2021).

Agus mengatakan korban kemudian datang ke TKP. Sesampainya di TKP, pelaku kemudian menyiram pertalite dan membakar korban dengan korek api gas dari belakang. “Almarhum kemudian dilarikan di RSUD Simo dan menjalani 5 hari perawatan, tetapi meninggal dini hari,” ucap Agus.

Sebelumnya, kedatangan jenazah perangkat Desa/Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali diwarnai dengan tangis dan pingsan, Kamis (1/7/2021). Meski sempat mendapatkan perawatan beberapa hari, korban menghembuskan napas terakhir.

Saat jenazah datang, sang istri Indra Ariningsih menangis histeris hingga tubuhnya tiba-tiba lunglai dan dipapah oleh sejumlah orang karena tak sadarkan diri. Begitu juga anak semata wayangnya tak bisa menahan kesedihan.

Pantauan di rumah duka di Dukuh Simo RT 01 RW 01, warga sudah berkumpul di kediaman almarhum. Mereka menunggu mobil ambulans yang membawa jenazah sosok Kepala Dusun (Kadus) I Desa Simo tersebut. Salah satu kerabat almarhum kemudian mencoba meredam tangis mereka.

Kemudian, jenazah almarhum disholatkan oleh warga. Terlihat ada Camat Simo Waluyo Jati, Kapolsek Simo AKP Sunoto, Kades Simo, Ketua RT setempat, keluarga, kerabat, dan warga lainnya.

Usai dishalatkan, jenazah langsung dibawa ke Makam Kebon Ijo Titang untuk dimakamkan. Agus Ni’am mengatakan almarhum merupakan sosok kakak yang luar biasa. “Almarhum sosok yang sungguh luar biasa, sangat baik hati,” ungkap dia.

Sosok Bintang itu, menurut Agus merupakan kakak yang peduli karena membiayai sekolah saudara-saudaranya hingga kuliah. Dia juga mengungkapkan meski fisik almarhum besar, namun memiliki hati yang baik.

“Almarhum kakak saya rendah hati, meski secara fisik menyeramkan,” jelasnya. Dia meminta kepada polisi untuk mengusut tuntas kasus yang menimpa almarhum kakaknya. “Kami harap polisi bisa menangkap pelaku, dan berikan hukuman sesuai peraturan yang berlaku,” harapnya. (tri/rep/rea)

Leave A Reply

Your email address will not be published.