Warga Binaan Rutan Kelas IA Surakarta Disuntik Vaksin

0 3
Para napi Rutan Kelas IA Surakarta mendapatkan vaksin, kemarin. (Foto: Radar Solo)

Solo | Memo Jateng

Aturan jaga jarak menjadi kendala penerapan protokol kesehatan (Prokes) didalam Rumah Tahanan (Rutan). Mengingat kondisinya yang selalu overload. Beruntung para warga binaan Rutan Kelas IA Surakarta mendapat dosis vaksin.

Satu persatu napi keluar dari kamar tahanan. Mereka mengantri ditenda didepan aula rutan. Nama yang dipanggil langsung masuk ke aula untuk dicek kesehatannya. Setelah dinyatakan layak, para napi langsung memasuki ruang vaksin. Mereka dilayani empat orang tenaga kesehatan (Nakes) dari Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah.

Terlihat beragam ekspresi dari wajah para napi. Ada yang biasa saja, ada pula yang tegang hingga menutup mata karena takut disuntik.

Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Jawa Tengah, A. Yuspahruddin menuturkan diwilayah Jawa Tengah, baru Rutan Kelas IA Surakarta yang bisa melakukan vaksin masal bagi para warga binaanya.

“Lapas khusus perempuan sudah pernah juga, tapi khusus manula. Dan baru di Rutan Surakarta ini seluruh napi dapat vaksin,” ujarnya.

Yuspahruddin menjelaskan kegiatan vaksinasi ini merupakan arahan langsung dari Menteri Hukum dan HAM, dimana ditingkat wilayah diminta berkoordinasi dengan masing-masing Pemda agar para warga binaanya dapat divaksin.

“Alhamdulilah Pemkot Surakarta dapat merespon. Kita mendapat jatah vaksin tanpa syarat KTP,” ujarnya.

Ditambahkan Yuspahruddin, dalam penerapan prokes hanya satu penerapan yang tidak bisa diterapkan dalam Rutan, yakni jaga jarak. Pasalnya satu kamar dalam Rutan bisa diisi 30 sampai 40 orang. Menurutnya ini sangat desak-desakan. Akan tetapi untuk cuci tangan, pakai masker, para napi tetap melakukannya.

“Sudah saya perintahkan, ketika ada petugas Rutan yang kurang sehat, langsung pulang, istirahat, cek kesegatannya. Jangan sampai menular ke warga binaan kita ini. Bisa cepat persebarannya. Sementara kunjungan fisik kita ganti virtual, semata-mata untuk mencegah persebaran korona,” papar Kakanwil.

Yuspahruddin mengatakan banyak juga penyakit bawaan dibawa para wargabinaan, sehingga sangat beresiko bila terpapar korona. “Paling banyak ya darah tinggi. Kemudian TBC. Biasanya diderita para warga binaan pengguna narkotika. Sehingga rentan. Dengan vaksin ini, semoga bisa menangkal atau meminimalisir mereka terpapar korona,” ujarnya. (rad/rep)

Leave A Reply

Your email address will not be published.