Geledah Rumah Pengedar Pil Koplo Polisi Tegal Malah Temukan Tanaman Ganja

Miris, Sasarannya Pelajar!

0 3
Polres Tegal menggelar konferensi pers pengungkapan kasus narkoba dengan menghadirkan tiga tersangka dan barang bukti berupa tanaman ganja dalam pot, di mapolres setempat, Kamis (15/7/2021) (Foto: Istimewa)

Slawi | Memo Jateng

Kepolisin Resor Tegal, Jawa Tengah meringkus tiga tersangka kasus peredaran obat-obatan terlarang dan atau narkotika. Bersama pelaku turut diamankan sejumlah barang bukti di antaranya empat tanaman ganja yang ditanam dalam pot yang disimpan di kamar rumah salah satu tersangka.

Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya menjelaskan, bermula dari penangkapan dua orang pengedar obat terlarang, polisi kemudian menggeledah salah satu rumah di Desa Bongkok Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal.

Hasilnya, petugas mendapati sejumlah tanaman ganja yang sengaja ditanam dalam pot dan ditaruh di kamar, berikut barang bukti lainnya.

“Pengungkapan bermula saat menangkap dua orang tersangka pengedar obat-obatan terlarang berinisial RL dan RM,” kata Arie saat konferensi pers di mapolres setempat, Kamis (15/7/2021).

Arie mengungkapkan, setelah dilakukan pengembangan, polisi berhasil mengamankan tersangka lainnya berinisial BS warga Desa Bongkok, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.

“Selanjutnya, kami melakukan penggeledahan di rumah BS dan ditemukan sejumlah barang bukti,” terangnya.

Barang bukti yang dimaksud di antaranya empat batang tanaman ganja yang ditanam dalam pot, paket biji ganja seberat 1.204 gram, potongan batang ganja 0,633 gram, sisa sabu seberat 0,11 gram dan satu alat hisap.

“Tersangka dan sejumlah barang bukti itu kemudian diamankan ke Mapolres Tegal untuk proses lebih lanjut,” terangnya.

Arie mengatakan, hasil pemeriksaan, diketahui tersangka sudah dua tahun mengedarkan obat-obatan golongan G yang dibelinya dari seseorang di Jakarta. Dari keterangan BS, kata Arie, konsumen yang disasar adalah pelajar di wilayah Kabupaten Tegal dan sekitarnya.

“Menurut keterangan tersangka, konsumennya anak-anak usia sekolah. Ini cukup mengkhawatirkan,” kata Arie.

Disampaikan Arie, tersangka menjual hexymer Rp 10.000 untuk tiga butir, dan tramadol per 10 butir atau satu kaplet Rp 60.000.

“Ini termasuk obat-obat daftar golongan G, masuk obat keras jadi perlu resep dokter. Efeknya dapat menimbulkan kecanduan,” kata Arie.

Arie menambahkan, polisi juga masih mendalami tanaman ganja yang juga ditemukan di rumah BS. Termasuk dari mana pelaku mendapatkan, dan apakah turut dijual dengan sasaran pelajar. “Pengakuan BS, dia mendapatkan dari wilayah Tegal. Jadi dia membudidayakan dengan memisahkan bijinya, kemudian ditanam. Saat bisa dipanen atau dipakai, dia keringkan kemudian dijual,” kata Arie. (kom/rep)

Leave A Reply

Your email address will not be published.