Seribu Vaksin di Jepara Ludes dalam Tiga Jam

0 12
Ilustrasi suntik vaksin Covid-19. (Foto: Dok)

Jepara | Memo Jateng

Pemkab Jepara menggelar vaksinasi masal di Gedung Wanita Jepara, Rabu (30/6/2021). Kuota pendaftarannya dibuka untuk seribu orang. Dibuka dari pukul 08.00 pagi, kuota tersebut penuh hanya dalam waktu tiga jam.

Dari pantauan di lokasi kemarin, masyarakat tampak antusias dengan kegiatan itu. Itu dibuktikan mereka telah tiba sebelum pukul  08.00 pagi. Padahal, acaranya baru dimulai sekitar pukul 08.00.

Salah satunya Hamid Alif. Ia datang ke tempat vaksinasi sekitar pukul 07.30 bersama temannya.

”Kalau ada yang gratis kenapa tidak dimanfaatkan. Supaya terhindar dari Covid-19. Saat ini juga sedang marak-maraknya,” paparnya.

Proses vaksinasi itu bisa diikuti siapapun. Baik oleh warga Jepara maupun bukan. Syaratnya berusia 18 tahun ke atas dan dalam kondisi sehat. Saat mendaftar, peserta cukup membawa fotokopi KTP dan KTP asli.

Pelaksanaannya kemarin dibagi menjadi dua sif. Yaitu dari pukul 08.00 hingga pukul 11.00. Setelah itu dilanjutkan setelah dhuhur hingga pukul 14.00. Rencananya vaksinasi akan digelar kembali hari ini (1/7) di tempat sama. Kuotanya pun sama, untuk seribu orang.

Sementara itu Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Jepara optimis target vaksinasi 1.000 orang hari ini akan sukses pula. ”Melihat antusiasme hari ini (kemarin, Red), besok (hari ini, Red) kami yakin target bisa tercapai,” ungkapnya.

Untuk antisipasi kerumunan, pihaknya memberi jarak tiap tempat duduk. Hanya yang telah mendapatkan form skrining yang diperkenankan masuk ke dalam ruang vaksinasi. Pembagian waktunya 100 orang per jam divaksin.

Sebelumnya diberitakan kegiatan itu salah satu upaya memberi perlindungan masyarakat Jepara. Karena di Jepara penyebaran kasus Covid-19 saat ini meluas.

Selain itu, cakupan vaksinasi juga masih rendah. Sehingga perlu aksi nyata untuk tingkatkan cakupan vaksinasi di Jepara. Perhari Jepara ditarget mampu vaksinasi 3.900 orang. (rad/rea)

Leave A Reply

Your email address will not be published.