Warga Kudus Kecewa Penanganan Pemkab Terkait Covid-19

Penanganan Covid-19 di RSUD Wongsonegoto Semarang. (Foto: Antara)

Semarang | Memo Jateng

Seorang warga Kudus kecewa atas pelayanan dan penanganan pasien Covid-19 yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus, pasalnya keluarganya yang dinyatakan positif Covid-19 tidak mendapatkan pemeriksaan sigap.

Kejadian itu berawal saat Sulistyaningsih (48) warga Bakalan Krapayak, Kaliwungu Kudus, merasakan demam serta batuk dan hendak memeriksakan diri ke Puskesmas Gribik. Di sana ia diberi obat dan disarankan melakukan tes swab ke Puskesmas Kaliwungu. Namun karena kondisinya lemah, akhirnya  memutuskan untuk pulang dan memanggil dokter untuk tes swab.

Hasil pemeriksaan dinyatakan positif Covid-19. Setelah itu karena kondisi semakin drop Ia diantar datang ke Posko Penanganan Covid-19 terdekat.

“Saya memutuskan datang ke posko pelayanan Covid-19 terdekat karena kondisi kakak saya semakin melemah,” tutur Pasha Indriasari, Adik Sulistyoningsih (38), kepada memo Jateng pada Selasa, (8/6).

Pasha berfikir, posko memiliki alat penanganan pasien, setidaknya oksigen. Untuk sedikit membuat pertolongan kepada kakaknya. Namun sampai di sana dokter mengatakan pasien harus dibawa ke RS. Karena kondisi sudah semakin drop, Ia meminta supaya kakaknya mendapatkan pertolongan pertama dahulu setidaknya tempat untuk berbaring. Nyatanya bantuan oksigen pun tidak tersedia.

“Saya pergi ke posko terdekat karena saya pikir di sana ada bantuan alat medis untuk menolong pasien terlebih dulu. Dokter mengatakan tidak bisa dan harus segera dibawa ke RS. Saya bingung, kondisi sudah drop, kakak saya duduk saja sudah tidak kuat. Saya minta oksigen, itu pun tidak ada,” ujarnya

Sempat terjadi ketegangan antara ia dengan penjaga posko setelah itu. Ia berinisiatif meminta ambulans untuk mengantarkan ke RS, dengan harapan akan ada oksigen yang tersedia di ambulans. Ternyata ketika ambulans datang, tabung oksigen kosong.

Ia menyesalkan hal itu, mengingat kondisi covid-19 sedang darurat, mestinya ada alat kesehatan yang siaga untuk penanganan, karena dokter yang menangani pun langsung pergi meninggalkan posko.

“Saya bilang ya udah kalau memang tidak bisa menangani saya panggilkan ambulans, barangkali ada oksigen. Akhirnya datang ambulans dari DKK, ternyata tabung oksigennya kosong,” paparnya

Akhirnya dipindahkan ke ambulans satunya yang kebetulan baru kembali mengantarkan pasien. Tanpa menunggu lama, ia langsung menuju RSU Kudus. Karena sebelumnya tidak ada rekomendasi dari nakes posko untuk rujukan RS. Ternyata setibanya di RSU Kudus langsung ditolak, tanpa ada pemeriksaan dulu.

“Sampai di RS Kudus, saya langsung ditolak, petugas bilang RS sudah penuh. Saya berharap ada pemeriksaan kepada pasien dulu, apalah, dicek-cek atau bagaiamana, karena kondisi sudah sangat darurat. Kalau langsung ditolak begini kan kasian juga kondisi psikologi pasien,”  terangnya.

Ia pun terus memaksa supaya diberi penanganan terlebih dahulu, kalaupun memang RSU tidak bisa menangani bisa dirujuk ke RS lain.

“Jangan langsung ditolak! Minimal kalau ada pasien datang diperiksa dahulu. Akhirnya saya maksa diperiksa ke dokter UGD dan minta dicek kadar oksigennya. Kadar oksigen kakak sangat rendah,  akhirnya saya minta rujukan RS Semarang. Pihak RS menelpon RS Semarang ternyata bisa,” ungkapnya

Tidak sampai di situ, ia pun sangat kecewa karena saat meminta ambulans pada RSU Kudus untuk mengantarkannya ke RS Semarang pun tidak bisa. Dengan alasan armada terbatas. Ia pun berada pada kondisi yang sangat sulit. Karena tidak mungkin menggunakan mobil pribadi, karena itu sangat berisiko.

“Untuk membawa pasien ke Semarang harusnya kan memakai ambulans, karena dokter bilang kalau kondisi seperti itu memakai mobil pribadi bisa fatal. Lalu saya minta tolong bisa tidak saya diantarkan ke Semarang, jawabanya tidak bisa, katanya armada terbatas,” ucapnya.

Akhirnya dia memberanikan diri meminjam mobil dinas suaminya untuk menuju RS Semarang. sesampainya di RSUD Wongsonegoro Semarang, dia bersyukur karena segera di tangani dan pelayanannya ramah. (fat/rea

)