Ancam Bunuh Kapolsek di Klaten, Jagoan Kampung Ini Nangis Minta Ampun

0 21
Dua tersangka (berbaju tahanan) yang mengancam membunuh kapolsek Tulung, Iptu Jaka Waluya, saat di Mapolres Klaten, Kamis (3/6/2021). (Foto: Solopos)

Klaten | Memo Jateng

Dua orang diciduk polisi karena melawan petugas dan mengancam akan membunuh Kapolsek Tulung, Klaten, Iptu Jaka Waluya, di Pemancingan 01 Nilo, Desa Daleman, Tulung, Minggu (30/5/2021) siang.

Keduanya masing-masing Safari (41), warga Sidomulyo, Mojosongo, Boyolali; dan Adi Kurniawan (20), warga Gatak, Mojosongo, Boyolali. Mereka melontarkan kata-kata kasar kepada petugas, menolak mirasnya disita, bahkan Safari mengancam akan membunuh Kapolsek Tulung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi saat Kapolsek Tulung Iptu Jaka Waluya bersama anggotanya berpatroli ke objek wisata pemancingan tersebut pada tengah hari.

Rombongan Kapolsek yang saat itu berjumlah enam orang memang sengaja melakukan patroli ke sejumlah tempat hajatan dan objek wisata. Di kompleks Pemancingan Nilo 01, Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Iptu Jaka Waluya cs melihat kerumunan pemuda yang asyik berjoget diiringi solo organ.

Melihat ada 20-an orang berkerumun dan ada live music, Iptu Jaka Waluya langsung memperkenalkan diri sekaligus meminta warga tidak berjoget karena dapat mengundang kerumunan.

Di lokasi itu, Iptu Jaka waluya juga melihat galon berisi minuman keras. Belakangan diketahui, para pemuda itu juga menggelar pesta miras. Seketika itu pula, Iptu waluya cs memutuskan membubarkan kerumunan itu lantaran masih pandemi Covid-19.

Namun, diduga karena tak terima acara dibubarkan, salah satu orang di lokasi bernama Safari melawan petugas. Ia melontarkan kata-kata kasar kepada Iptu Jaka Waluya dan sempat ingin menjotos muka Kapolsek Tulung itu.

Namun, upaya Safari dihalangi pemuda lain. Meski dihalang-halangi, Safari masih tetap bisa “ngoceh”. Ia mengancam bakal membunuh Jaka Waluya.

Di tengah suasana panas, Iptu Jaka Waluya juga menanyakan galon berisi miras oplosan anggur putih dan bir bintang itu. Saat galon hendak dibawa petugas, pemuda lainnya, Adi Kurniawan, ikut melawan. Adi menolak galon berisi miras itu disita polisi. Ia berdalih miras itu dibeli dengan uangnya sendiri. Ia juga meminta polisi tak membubarkan acara solo organ.

Tak menunggu lama, dua orang itu pun digulung dan dibawa ke kantor polisi sebab sudah membahayakan.

“Pelaku kami tangkap kurang dari 24 jam [setelah kejadian]. Kedua pelaku dijerat Pasal 214 subsider Pasal 211 subsider Pasal 212 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara. Barang bukti yang disita, seperti pakaian, rekaman video, dan miras,” kata Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Andriyansyah Rithas Hasibuan, saat konferensi pers di Mapolres Klaten, Kamis (3/6/2021).

Salah seorang tersangka yang ancam bunuh Kapolsek Tulung, Klaten, Safari, mengaku khilaf telah menantang kapolsek. “Saya menyesal tidak kontrol dan saya minta maaf kepada institusi Polri,” kata Safari.

Ini bukan kali pertama ada warga melawan petugas keamanan yang tengah menertibkan penerapan protokol kesehatan di Soloraya. Belum lama ini seorang warga Pasar Kliwon, Solo, juga ditangkap polisi karena melawan dan memukul petugas saat operasi yustisi prokes di Jl Kyai Mojo, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. (sol/rea)

Leave A Reply

Your email address will not be published.