Stafsus Presiden Angkie Yudistia: Penyandang Disabilitas Wajib Peroleh Hak Sama

Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia (kanan), mengunjungi Kota Semarang dengan misi mengangkat derajat para disabilitas. (Foto: Istimewa)

Semarang | Memo Jateng

Staf Khusus (Stafsus) Presiden Angkie Yudistia Mengunjungi Semarang terkait pelaksanaan perlindungan penghormatan dan hak penyandang disabilitas, pada Rabu (6/2) di Ruang VIP Wali Kota Semarang. Angkie Yudistia merupakan Stafsus Presiden bidang sosial. Ia salah satu dari tujuh Stafsus Presiden yang berasal dari kalangan milenial.

Dalam kunjungannya kali ini Angkie menyampaikan bahwa Presiden Jokowi telah merealisasikan program pemerintah dan dua peraturan presiden. Jumlah penyandang disabilitas di seluruh Indonesia berdasarkan data dari 2019 lebih dari 30 juta jiwa

“Yang artinya diharapkan kebijakan ini dapat diimplementasi dan dirasakan manfaatnya oleh teman-teman disabilitas,” ujarnya kepada awak media

Angkie melanjutkan, sinergitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sudah mulai terjalin. Agar kebijakan-kebijakan pemerinta pusat dan pemerintah daerah agar menjadi sinergitas yang lain. Ia pun membeberkan pembahasan dalam pertemuan kali ini.

“Adapun pertemuan kami kali ini ada beberapa poin, yang pertama untuk program pemerintah di mana penyandang disabilitas kelompok yang dimungkinkan dapat mengakses, yang pertama vaksinasi. Vaksinasi sebagai Priority Treatmen Disabilitas. Dan kemudian ketika kesehatan kita pulih, bisa mendorong ekonomi bangsa. Bagaimana kelompok disabilitas ini dapat bekerja dan juga meningkatkan UMKM-nya. Maka dari itu harapan kami adalah sinergitas antara pemerinta pusat dan daerah dapat terjalin, dan temen-temen disabilitas di daerah melalui kepemimpinan Bapak Walikota, kebijakan sesuai otonominya masing-masing dan kami mendorong dan mendukung bapak wali kota untuk implementasi kebijakan,” bebernya

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, data terakhir dalam proses vaksinasi telah mencapai 480 ribu lebih dari 1,7 warga. Meliputi lansia, disabilitas, serta hari ini masuk tambahan kawan-kawan pariwisata. Semuanya dilaksanakan secara bertahap.

“Bahkan jika ada kawan-kawan dari media yang menemukan lansia dan disabilitas yang belum divaksin nanti segera laporkan pada kami, nanti kita bisa fasilitasi untuk segera dilakukan vaksinasi,” tuturnya

Hendi juga menyatakan bahwa dia tidak keberatan apabila warga dari luar kota Semarang berdatangan mengikuti vaksinasi di Kota Semarang. Selama Kota Semarang masih bisa memfasilitasi. Semuanya juga sesuai prosedur, sehingga ada tes-tes yang harus diikuti.

“Tidak ada masalah saya sudah sampaikan kepala Dinas Kesehatan, Karena mereka sudah laporan juga di RSWN juga laporan. Prinsipnya sepanjang kita mampu untuk memberi bantuan kepada saudara-saudara kita dari luar kota terima aja,” ungkapnya

Walikota yang akrab disapa Hendi itu pun mengatakan, Kota Semarang meskipun melonjak tidak signifikan artinya jumlah kamarnya masih tersedia, jumlah kamar karantina juga masih oke. Ada ruang ICU yang juga tersedia, ruang isolasi biasa, dan ada juga ruang karantina di dinas

“Jadi perlakuan sama baik untuk warga Semarang maupun luarkota. ”

Mengenai kekhawatiran penularan, Hendi melanjutkan, Ia selalu mengingatan kawan-kawan di Semarang melalui tim yang telah dibentuk lama lewat Porwal PKM  namanya untuk menerapkan new normal sesuai prokes. Semua diminta untuk tidak menyepelekan itu, jadi meskipun divaksin masih bisa tertular.

“Bu Angkie ini mengingatkan kita semua, bahwa di masa pandemik ini temen-temen disabilitas haru disengkuyung. Terutama satu vaksinasi, kemudian kemandirian ekonomi lewat program UMKM. Saya sudah sampaikan bahwa nanti ada sekitar 2,5% kuota temen-temen disabilitas yang bisa diterima CPNS dari total seribu CPNS Kota Semarang, jadi saya rasa kita bersinergi. Disabilitas adalah masyarakat yang harus mendapat perlakuan sama seperti warga negara yang lain,” pungkasnya. (fat/rif)