CORONA MBLEDOS DI KUDUS

0 18
Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 mengusung jenazah pasien positif COVID-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Bakalankrapyak, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (27/5/2021). (Foto: Antara)

Kudus | Memo Jateng

Kabupaten Kudus masuk dalam zona merah penyebaran virus Corona. Lonjakan kasus positif yang terjadi itu membuat Satgas Penanganan Covid-19 menyekat pintu gerbang masuk Kabupaten Kudus dan melakukan tes antigen terhadap pengendara yang melintasi Kudus.

BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) menyebutkan, angka kematian akibat Corona pun mengalami lonjakan.

“11 orang meninggal hari kemarin. Sudah kami makamkan. Dan 6-nya hari ini, Kamis (27/5). Itu 17 (orang meninggal dunia terkonfirmasi positif Corona) angka tertinggi saat ini,” kata Kepala BPBD Kudus Budi Waluyo kepada wartawan ditemui di sela-sela kegiatan di Mapolres Kudus, Kamis (27/5/2021).

Menurutnya, lonjakan kasus kematian Covid-19 mengalami peningkatan sejak tanggal 18 Mei 2021 lalu. Saat itu menurutnya ada empat kasus kematian terkonfirmasi positif Covid-19.

“Lonjakan angka kematian sejak tanggal 18 Mei 2021 sudah ada kenaikan, biasanya satu, dua lalu sampai empat. Kemarin itu meninggal tertinggi saat ini, kemarin Rabu (26/5) ada 17 kematian sehari,” ungkapnya.

Padahal sebelumnya sehari angka kematian akibat Corona hanya satu atau dua. Bahkan tahun 2020 angka kematian karena terpapar Corona dalam sehari paling banyak 12 kasus. “Pertengahan 2020 itu 12 perhari. 12 itu pemakaman. Semoga saja tidak ada lonjakan lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini ada sebanyak 20 personel petugas pemakaman Covid-19 dari BPBD Kudus. Rencananya akan dibentuk dua tim guna mengantisipasi lonjakan kasus kematian akibat Corona.

“Saat ini tim Cekhatil ada 20 personel, menjaga kalau ada lonjakan. Kita kemarin membuat maksimal pemakaman 10 hari perorang. Ya kalau dibuat dua tim, lima pemakaman mampu,” tambah Budi.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 setempat, hingga 27/05/2021 atau dua pekan setelah lebaran jumlah kasus terkonfirmasi postif Covid-19 mencapai 822 orang yang sebelumnya 137 orang pada14/05/2021 dan menjadi kasus tertinggi di Jawa Tengah.

Lalu untuk angka kematian akibat Corona selama ini ada sebanyak 586 kasus, lalu angka kesembuhan mencapai 5.524 kasus. Jika secara keseluruhan kasus Corona di Kudus mencapai 6.893 kasus.

Bahkan sebuah desa bernama Loram (Kecamatan Jati) memberlakukan lockdown atau pembatasan aktivitas warganya. Hal tersebut dilakukan karena puluhan warga termasuk kepala desa terkonfirmasi positif virus Corona atau Covid-19.

Akses jalan menuju ke sana pun ditutup. Ada tulisan ‘Lockdown’ dengan tinta warna merah di sebuah banner berwarna putih.

Kasi Kesra Desa Loram Kulon, Mulyono, saat dimintai konfirmasi wartawan di Balai Desa menuturkan, ada 28 warga Desa Loram yang terpapar Corona. Dia menyebut kasus Corona ditemukan di tiap RT, termasuk di antaranya kepala desa yang saat ini menjalani isolasi mandiri karena positif Covid-19.  (mer/kom/dtc/rif)

Leave A Reply

Your email address will not be published.