Bejatnya Kelewat Batas, Anak Kandung Sendiri Disetubuhi, Dianiaya, lalu Dibunuh

0 32
Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma menginterogasi Slamet (50) di Mapolres Kudus, Senin (24/5/2021). (Foto: Istimewa/Polres Kudus)

Kudus | Memo Jateng

Entah setan jenis apa yang mengerak dalam benak Slamet (50). Buruh bangunan ini begitu tega menggagahi putri kandungnya sendiri, HKN (16), siswi sebuah Madrasah Aliyah (MA). Tidak berhenti menyetubuhi, pria ini juga menganiaya buah hatinya, kemudian membetot sekalian nyawa generasi penerusnya tersebut.

Kasus kematian HKN  yang ditemukan dengan kondisi mengenaskan di dapur rumahnya di Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, pada Rabu (5/5/2021) lalu akhirnya terungkap. Satreskrim Polres Kudus menyingkap fakta yang mengejutkan jika ternyata pelajar putri tersebut tewas dibunuh oleh Slamet yang tak lain adalah ayah kandungnya sendiri.

Ironisnya lagi, Slamet juga dua kali memperkosa putrinya itu hingga kemudian dieksekusi.

“Dari hasil pemeriksaan barang bukti, ditemukan jejak pelaku. Pelaku adalah ayah kandung korban dan kami ringkus pada Jumat malam tanggal 21 Mei di Kudus,” kata Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma saat jumpa pers di Mapolres Kudus, Senin (24/5/2021).

Merujuk hasil otopsi tim Biddokes Polda Jateng, ditemukan sejumlah luka bekas penganiayaan pada fisik korban. Di antaranya luka serius pada wajah, leher dan kepala. Sementara itu dari hasil pemeriksaan laboratorium forensik Polda Jateng pada salah satu barang bukti ditemukan juga noda sperma pelaku.

Saat kejadian tragis itu, kondisi rumah sepi lantaran Ibu kandung korban atau istri pelaku berangkat bekerja ke pabrik dan adik korban atau anak bungsu pelaku beraktivitas di sekolah

“Korban tewas dianiaya setelah dua kali diperkosa. Karena berontak, pelaku lantas menghajarnya dengan mencekik, membekap dan memukul dengan batubata. Pelaku kemudian menyayat tangan korban serta meninggalkan tali di samping korban agar seolah-olah korban meninggal bunuh diri. Pelaku kemudian kabur berdalih berangkat bekerja,” terang Aditya.

Remaja putri tersebut ditemukan meninggal dunia tergeletak di dapur oleh adik kandungnya sepulang sekolah pada pagi sekitar pukul 10.00. Adik korban yang masih duduk di bangku SD itu menjerit histeris melihat kakaknya sudah tidak bergerak hingga memicu para tetangga bedatangan.

Bukan Kali Ini Saja Terjadi

Kasus rudapaksa oleh ayah terhadap anak kandung sendiri, di Kudus, juga terjadi Januari tahun ini. SK (44), diringkus anggota Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kudus, Rabu 13 Januari 2021. Pria asal Kecamatan Jati ini ditangkap atas dugaan menyetubuhi anak kandungnya sendiri.

Dalam penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, sarung motif garis dan satu celana dalam warna biru. Untuk motifnya jelas karena nafsu.

SK ditangkap karena diduga berulang kali setubuhi anak kandungnya. Korban yang masih berumur 9 tahun mengungkapkan ayahnya terakhir kali setubuhi dirinya pada Sabtu 2 Januari 2021.

Kasus ini terungkap, ketika korban memberanikan diri mengungkapkan pelecehan seksual yang dialami pada ibunya. Selama ini korban mengaku takut menceritakan hal tersebut karena diancam sang ayah. (red/kom/rif)

Leave A Reply

Your email address will not be published.