WADUH, LURAH & CAMAT HALALBIHALAL DANGDUTAN

Sukoharjo | Memo Jateng

Kegiatan halalbihalal camat dan lurah se-Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah bersama pengurus anak cabang (PAC) PDI Perjuangan mendadak viral di media sosial. Hal itu dikarenakan digelar pada masa pandemik Covid-19 dan ditengah larangan diadakannya kegiatan halalbihalal.

Video rekaman acara tersebut viral di media sosial Twitter. Video berdurasi satu menit tersebut menampilkan biduan dangdut berkaos hitam dan rok mini tengah bernyanyi dan bergoyang di depan Pelaksana tugas (Plt) Camat Sukoharjo Havid Danang dan sejumlah lurah.

Tampak para tamu yang hadir menikmati rangkaian acara yang digelar di Gedung PAC PDIP di Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo. Video tersebut viral lantaran pemilik akun mengetag Bupati Sukoharjo, Etik Suryani @Hj_EtikSuryani.

Video yang diunggah oleh @SukoharjoinLove tersebut viral dan banyak dikomentari oleh warga. Sebab, sebelumnya Bupati Sukoharjo Etik Suryani menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menggelar acara halalbihalal.

Larangan tersebut mengacu pada Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 800/2794/SJ, tentang pembatasan kegiatan buka puasa bersama pada bulan Ramadan dan pelarangan open house atau halalbihalal pada hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah/tahun 2021.

SE terbit guna mencermati terjadinya peningkatan kasus penularan Covid-19 khususnya pada perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah (H), pascalibur Natal, dan Tahun Baru 2021.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan Wakil Bupati, Agus Santosa langsung memanggil Plt Havid Danang.

Saat dikonfirmasi, Pelaksana tugas (Plt) Camat Sukoharjo Havid Danang menjelaskan video tersebut direkam saat dirinya bersama lurah mendapat undangan acara halalbihalal dari PAC PDI Perjuangan Sukoharjo. Dari 14 undangan yang disebar, hanya 10 lurah yang hadir, sedangkan empat lurah lainnya berhalangan.

“Kami jajaran lurah diundang halalbihalal oleh PAC PDIP Sukoharjo. Namun sejak awal kami sudah mengingatkan protokol kesehatan. Dan benar, kegiatan itu hanya dihadiri 52 orang,” ungkapnya, Sabtu (21/5).

Havid mengklaim, pelaksanaan acara halalbihalal telah sesuai protokol kesehatan, dengan menerapkan jaga jarak pada tempat duduk peserta halalbihalal. Selain itu hanya ada sambutan tunggal, yaitu Ketua PAC PDIP Sukoharjo.

Soal hiburan di acara yang berupa organ tunggal tersebut, Havid mengaku sumbangan dari salah satu anggota partai berlambang banteng moncong putih itu. “Hiburan diluar dari skenario acara halalbihalal. Jadi kami setelah makan bakso langsung pulang,” akunya.

Perihal kejadian tersebut, Havid mengaku sudah dipanggil Bupati dan Wabup untuk konfirmasi soal kehadirannya di acara halalbihalal PAC PDIP. Bupati langsung memberi teguran keras dan telah memerintahkan Inspektorat untuk menginvestigasi kasus tersebut.

“Kami meminta maaf kepada seluruh instansi dan lapisan masyarakat atas kekhilafan ini. Sekarang kami menunggu pemeriksaan Inspektorat. Nanti hasilnya bagaimana tunggu saja,” pungkasnya.

Havid mengaku siap menerima sanksi atas kegiatan tersebut, pasalnya ia sebagai penanggungjawab wilayah di Kecamatan Sukoharjo. (idn/rif)