Bos Berduit Ini Ngundang Dewi Persik Manggung di Kudus, Efeknya Bakal Diperiksa Polisi

0 24

Bupati Hartopo Lagi Prihatin, Eeeee Hajatan Malah Ngundang Artis Ibu Kota

Kudus I Memo Jateng
Sebuah hajatan hitanan yang digelar seorang pengusaha busana muslim di Kudus pada Sabtu (22/5), ramai menjadi perbincangan di media sosial. Hal itu setelah diketahui adanya penyanyi dangdut dari Ibukota Dewi Persik menghadiri dan manggung untuk menghibur. Namun sayang, hajatan digelar Corona (Covid-19) di Kudus ini lagi serem (baca:mengingkat tajam). Dan paska videonya ramai di media social, gugus tugas Covid-19 Kudus menggelar pertemuan terbatas, mengingat paska lebaran angka penyebaran covid-19 di Kudus ini tertinggi di Jawa Tengah. Karena nekad, pihak yang punya hajat dan sejumlah pihak terancam bakal diperiksa polisi!
Viralnya srtis penyanyi dangdut dari ibukota Dewi Persik, saat menghibur tamu undangan di rumah salah satu pengusaha di Kudus membuat heboh. Dalam video yang beredar di media sosial tersebut, Dewi Persik tanpa menggunakan face shield atau masker saat menghibur tamu undangan. Termasuk dari pihak penyelenggara maupun sejumlah tamu undangan nampak berkerumun sebagian tanpa mengenakan masker.
Atas kondisi tersebut, gugus tugas covid-19 Kudus langsung menggelar pertemuan terbatas terkait hajatan yang di gelar warga Kudus tersebut. Diketahui acara hajatan sudah mendapat ijin dari pihak Forkompincam dan di gelar terbatas antisipasi kerumunan. Namun dari pihak yang punya hajat tidak menyampaikan adanya artis ibu kota yang bakal datang.
Terkait hajatan tersebut, Bupati Kudus, HM. Hartopo mengatakan, dalam penanganan kasus kerumunan ini pihak penyelenggara, event organizer (EO) hingga Forkompincam bakal di diperiksa pihak kepolisian.
“Terkait Dewi Persik tadi saya (kemarin, red) sudah telfon pak Kapolres untuk siang ini semua mulai dari EO, Forkompincam, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan dari pihak penyelenggara semua dipanggil dan diperiksa,” ungkap Bupati Hartopo, kemarin.
Hartopo menghimbau, agar masyarakat disaat kondisi seperti ini Corona sekarang ini, semuanya harap bisa ada kesadaran terkait masalah prokes. Semua boleh untuk bekerja, boleh ada pergerakan ekonomi, ada kegiatan, tapi harus seiring sejalan, himbauan dari pemerintah baik surat edaran maupun Perbub harus dipahami betul dan ditindaklanjuti jangan sampai di abaikan gitu saja.
Acara hajatan di Kudus ini yang dihadiri artis ibu kota tersebut, ramai di media social. Dan menuai kritik dari masyarakat, mengingat Kabupaten Kudus saat ini paska lebaran menjadi angka tertinggi penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah. Dari data resmi gugus tugas Covid-19 Kudus per 22 Mei tercatat total 445 kasus/ 170 dirawat dan 275 isolasi mandiri. (jam/jec)

Leave A Reply

Your email address will not be published.