Aborsi, Siswi SMK dan Pacar yang Menghamilinya Kompak Jadi Tersangka

Polres Magelang menunjukkan barang bukti kejahatan kedua tersangka. (Foto: Istimewa)

Magelang | Memo Jateng

Seorang siswi SMK berusia 17 tahun di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ditangkap polisi karena nekat mengaborsi janin yang dikandungnya. Kini polisi telah menetapkan pacar siswi itu yang berinisial M (22) sebagai tersangka.

“Berdasarkan hasil gelar perkara, penyidik kemudian menetapkan saudara M sebagai tersangka dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak,” ujar Kasat Reskrim Polres Temanggung M Alfan kepada wartawan melalui pesan singkat, Kamis (20/5).

Sebelumnya, dari hasil penyelidikan terungkap siswi pelaku aborsi hubungan badan sehingga menyebabkan kehamilan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, katanya, M mengakui bersetubuh dengan pacarnya beberapa kali.

“Keterangan tersangka persetubuhan dilakukan sebanyak 5 kali di rumah korban dan di rumah tersangka,” katanya.

Polisi menjerat M dengan pasal 81 UU RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI No 23 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. M terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, siswi yang juga sudah berstatus tersangka itu mengonsumsi obat aborsi yang dia beli secara online. Sebelumnya siswi tersebut sempat mencari-cari obat aborsi pada rentang Maret-April 2021.

Setelah itu, tersangka melahirkan janin berjenis kelamin laki-laki berusia 8 bulan di kamar mandi salah satu apotek kawasan Tempuran. Karena panik, tersangka kemudian mengubur janin di sekitar apotek tersebut. Polisi juga mengungkap kecurigaan teman-teman yang sempat melihat perut tersangka membuncit. Namun kepada teman-temannya, tersangka berdalih perutnya buncit karena operasi.

Ronald mengatakan, siswi tersebut dijerat dengan Pasal 80 ayat b3 juncto pasal 77a ayat (1) UU No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Adapun ancaman pidana maksimal 15 tahun. Selain menjerat pacar korban, polisi juga menelusuri penjual obat aborsi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Magelang mengungkap kasus aborsi yang dilakukan pelajar SMK di Magelang. Pelaku nekat menggugurkan janin hasil hubungan dengan pacarnya.

“Diawali tersangka ini mengalami kehamilan dari hubungan dengan pacarnya, kemudian berusaha menggugurkan kandungannya dengan menggunakan obat aborsi yang dipesan melalui online,” kata Kapolres Magelang AKBP Ronald A Purba saat konferensi pers di Mapolres Magelang, Selasa (11/5).

Obat Dibeli Secara Online

Ronald mengatakan obat yang dibeli secara online itu kemudian dikonsumsi tersangka. Setelah itu, tersangka melahirkan janin berjenis kelamin laki-laki berusia 8 bulan di kamar mandi salah satu apotek kawasan Tempuran. Karena panik, tersangka kemudian mengubur janin di sekitar apotek.

“Tersangka adalah T (17), masih di bawah umur merupakan pelajar di salah satu SMK di Magelang,” tuturnya. “Yang bersangkutan magang di apotek tersebut, PKL (praktik kerja lapangan),” kata Ronald.

Ronald mengatakan, kasus aborsi, tindakan kekerasan terhadap anak yang menyebabkan kematian sebagaimana disebut dalam Pasal 80 ayat b3 juncto pasal 77a ayat (1) UU No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Adapun ancaman pidana maksimal 15 tahun.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Magelang AKP M Alfan menambahkan, pihaknya masih melakukan pengembangan terkait kasus ini. Salah satunya mendalami penjual obat aborsi. “Jadi dari sekitar bulan Maret sampai dengan April 2021, tersangka itu mencari-cari internet secara online orang yang menjual obat aborsi. Saat ini untuk penjual sedang dikembangkan dan dalami,” kata Alfan.

Alfan mengatakan selama magang tersangka ini indekos. Teman-teman indekos yang curiga sempat bertanya namun tersangka berdalih perutnya buncit karena habis operasi.

“Kemarin intinya mereka (teman-teman) curiga kalau ini hamil, tapi tidak pernah mengakui karena alasannya perutnya buncit karena habis operasi usus buntu,” imbuh Alfan. (det/rif)