Minta Kontribusi Diberikan, Pemdes Semingkir Tutup Jalan Desa Menuju Pertambangan

Sekdes Semingkir, Makhali. (Foto: Memo)
Bukti  foto pemberian CSR dari pengembang ke Pemdes Semingkir. (Foto: Memo)

Pemalang | Memo Jateng

Pemerintah Desa Semingkir Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang  Rabu (19/5) malam menutup sementara jalan desa menuju pertambangan lantaran mengklaim pihak penambang belum memberikan kontribusi ke Pemdes.

Bukti kuitansi pemberian dana tahunan dari pengembang ke Pemdes Semingkir. (Foto: Memo)

Penutupan jalan menuju pertambangan oleh pihak Pemerintah Desa Semingkir dibenarkan oleh Mahkali, Sekretaris Desa Semingkir saat ditemui di kantor Balai Desa Semingkir, Kamis (20/5).

Makhali menjelaskan kepada wartawan, pihaknya bersama BPD dan wargalah yang menutup sementara akses jalan menuju pertambanga Rabu malam, lantaran pihak pengembang belum memberikan kontribusi kepada pihak pemerintah desa sesuai kesepakatan.

“Sampai dengan dua bulan sekian, pihak penambang belum memberikan kontribusi. Sudah ditagih, dipanggil, disurati belum juga dipenuhi. Harapan kami pihak penambang segera memenuhi,” tutur Makhali.

Untuk diketahui bahwa penambangan sirtu di lokasi tersebut terdiri dari penambangan rakyat secara manual dan juga alat berat yang beroperasi.

Sementara itu saat ditemui koran ini, pihak PT Saka Pilar Utama Kondo mengaku bahwa ia selama ini memberikan kontribusi kepada pihak desa sebesar Rp 30 juta pertahunnya, dan untuk tahun ini pun sudah diberikan.

“Tapi kok seperti ini terus terusan. Sedangkan mengahalang-halangi usaha pertambangan yang sah kan menyalahi aturan,” tuturnya sambil menunjukkan bukti pembayaran dan foto saat pemberian CSR, kepada wartawan, Kamis (20/5). (red/rif)