Pengelolaan SPBU Milik Universitas Ternama di Semarang Merugikan Keuangan Rp 5 M Lebih

0 2,610

Ratusan Ribu Liter BBM Misterius, Ingin Tahu?

Semarang, Memo Jateng
Ditemukan sebuah laporan adanya dugaan korupsi yang dilakukan sebuah universitas ternama di Semarang. Dugaan ini mengarah pada satuan usaha yang dimiliki, yaitu Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) di wilayah Semarang. Ditengarai adanya dugaan kerugian pada perguruan tinggi di Semarang tersebut mencapai Rp 5 miliar lebih. Sayangnya, pihak universitas belum bisa memberikan konfirmasi terkait hal ini. Seperti apa persoalan dan rinciannya?
Sumber memo jateng menyebutkan, pengelolaan SPBU milik universitas ternama di Ibu Kota Jawa Tengah ini diduga sarat penyimpangan. SPBU yang berdiri tahun 2010 dengan keputusan dari Rektor tertanggal 8 Juli 2010 tersebut pengelolaannya dilakukan oleh Badan Pengelola SPBU yang lokasinya berada di aera aset milik universitas itu sendiri. SPBU ini diberikan rekening bank khusus yaitu rek bank BNI nomor 19694xxxx atas nama rektor. Kemudian diganti rek lain bernomor 053708xxxx dengan nama rekening kelolaan khusus SPBU.
Diperoleh data, rekening ini digunakan untuk menerima transfer hasil penjualan bahan bakar minyak BBM) dan untuk membiayai pengeluaran operasional SPBU. Belakangan, diketahui ada dugaan penyimpangan dalam sistem pengelolaannya. Adanya bukti dugaan tersebut dengan adanya data bahwa terjadi losses pengiriman Bahan Bakar Minyak (BBM) ke SPBU dari 2016 hingga semester satu 2019 yang tidak pernah diklaimkan ke Pertamina.
“Adapun jumlahnya sebanyak 280.474 liter atau sebesar Rp 2.238.422.619. Discrepancy atas pembelian BBM tersebut melebihi toleransi yaitu 0,15% sebagai ambang batas toleransi losses yang dapat diklaim ke Pertamina,”ungkap sumber memo jateng, kemarin.  #Lebih lengkap baca hanya di koran memo jateng, edisi 19 Mei 2021.  (red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.