Pembantai Ibu dan Anak di Kendal Akhirnya Dibekuk Polisi, Alasannya Sakit Hati

0 56
Pelaku bersama Kapolres Kendal AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo saat jumpapers di Mapolres Kendal, kemarin. (Foto: Eko Purwanto/Memo Jateng)

Kendal | Memo Jateng

Pelaku pembunuhan ibu dan anak Muhanayah (65) dan Catarina Sukaryati (44) Warga Desa Bangunsari, Kecamatan Pageruyung yang terjadi pada Minggu (9/5/2021), akhirnya ditangkap.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Kendal AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo, Senin (17/5/201). Kapolres mengatakan pelaku yang bernama Ari Rismawan (30) ini bekerja wiraswasta, warga Dukuh Aromasari RT 09/RW 01 Desa Sukorejo Kecamatan Sukorejo berhasil ditangkap di Indramayu pada 12 Mei.

“Tersangka diamankan di indramayu, tersangka berusaha melarikan diri maka kita lakukan tindakan tegas terukur,” kata Kapolres Raphael.

AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo menjelaskan pelaku nekat melakukan pembunuhan gara-gara emosi dan kalap saat dimarahi ibu mertua, ketika pelaku meminta maaf kepada kakak ipar dan ibu mertuanya.

“Pelaku adalah anak menantu dan adik ipar korban, pelaku mengaku meminta maaf kepada kakak ipar dan ibu mertua. Namun mertua dan kakak ipar pelaku marah, karena pelaku menggadaikan sepeda motor istrinya,” ungkap AKBP Raphael Sandy.

Kapolres menambahkan, pelaku melakukan tindakan pembunuhan seorang diri melalui pintu belakang. Pelaku bisa bebas keluar masuk rumah korban, karena memang sudah sering keluar masuk di rumah itu.

“Pelaku yang dimarahi oleh kedua korban, dengan kalap langsung menusuk leher ibu mertuanya dengan pisau. Kemudian juga melakukannya pada kakak ipar pelaku, ditambah tiga tusukan di bagian leher. Kepala kedua korban kemudian juga dibenturkan ke tabung gas. Setelah itu tersangka meletakkan kedua korban di dalam kamar mandi,” tuturnya.

Pelaku menghilangkan jejak sempat melarikan diri berada di beberapa tempat yakni di Wonosobo, Semarang, dan terakhir di Indramayu.

“Atas perbuatan tersangka dijerat pasal 338 subsider 351 ayat 3 dan subsider 365 ayat KUHP, dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkas AKBP Raphael Sandy. (eko/rif)

Leave A Reply

Your email address will not be published.