Kerajaan Gaib di Waduk Kedungombo

Foto Ilustrasi

KECELAKAAN perahu wisata terbalik di Waduk Kedungombo wilayah Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah menyisakan duka mendalam.

Di balik insiden kecelakaan tersebut ternyata ada cerita mistis mengenai Waduk Kedungombo.

Ada beberapa cerita mistis yang beredar di masyarakat mengenai waduk seluas 6.758 hektare itu. Bahkan, ada yang menyebut ada kerajaan gaib di waduk ini. Waduk yang berlokasi di tiga kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Sragen, Boyolali dan Grobogan ini konon katanya kerap dijadikan tempat pembuangan makhluk halus.

Berdasarkan informasi yang diungkap pengelola akun Instagram @misterisolo Sabtu 24 Oktober 2021 yang dikutip oleh okezone.com, beraneka macam makhluk halus kerap bergentayangan di waduk ini.

Konon ceritanya, waduk ini dijaga oleh makhluk seperti buto dengan muka merah yang mengenakan pakaian kerajaan. Sayangnya, makhluk ini kerap meminta tumbal dengan cara menyeret korban ke dasar waduk yang disebut-sebut terdapat sebuah kerajaan gaib.

“Namun, setelah perjanjian dengan penduduk dan beberapa paranormal, makhluk tersebut bersedia untuk tidak mengambil tumbal dan diganti oleh sajen di malam-malam tertentu,” ujar pengelola akun Instagram @misterisolo.

Kerajaan gaib di Waduk Kedungombo inilah yang menurut cerita yang beredar dipimpin oleh ratu. Dia dikenal sebagai sosok yang menjaga adab dan sopan santun.

Dari informasi yang diperoleh dari @misterisolo pula, pengunjung yang mempunyai niat mesum justru dipermudah oleh penunggu waduk. “Tempat yang tiba-tiba sepi dan suasana yang tiba-tiba menggoda menjadi sambutan hangat dari lelembut kepada oknum-oknum [yang ingin mesum] tersebut,” ungkap dia.

Meskipun dipermudah, ternyata makhluk halus Waduk Kedungombo tersebut justru akan mengikuti oknum mesum hingga tiba di rumahnya.

Hal tersebut yang akan membuat suasana rumah dan lingkungan sekitar menjadi panas dan tak nyaman. Berbagai macam kejadian di luar nalar pun terjadi.

Sebagai informasi, hingga saat ini korban perahu terbalik di Waduk Kedungombo ini ada sembilan orang dan sisanya 11 orang berhasil diselamatkan. Adapun rinciannya adalah lima dari Juwangi, Boyolali, sisanya dari Grobogan.

Sembilan orang yang meninggal tersebut berhasil dievakuasi setelah melalui pencarian oleh tim Basarnas selama dua hari. Peristiwa terbaliknya perahu yang dinakhodai anak kecil berumur 13 tahun itu itu terjadi pada Sabtu 15 Mei 2021.

Perahu wisata tersebut terbalik karena kelebihan muatan karena dinaiki 20 penumpang. Padahal kapasitas perahu tersebut adalah 12 orang. Disamping itu sejumlah penumpangnya melakukan selfie bersamaan di salah satu bagian sehingga perahu pun kehilangan keseimbangan.

Hal itu disampaikan Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond, kepada wartawan di lokasi kejadian. Perahu wisata itu terbalik saat hendak merapat ke warung apung di Waduk Kedungombo.

Saat itu, banyak penumpang yang asyik berswafoto di haluan atau bagian depan kapal yang menyebabkan perahu oleng dan terbalik.

“Rencananya mau ke warung apung, jaraknya sekita 50 meter dari daratan. Karena kapasitas penuh, ada penumpang yang mau selfie di geladak depan, sehingga perahu oleng dan terbalik,” terang Kapolres Boyolali. (oke/rif)